Masa-Masa di Kosan: 3 Bulan ke 2 (November-Desember 2006, Januari 2007)

November 2006
Bulan sudah bergulir ke November. Mulai merasa kebosanan di kantor dan di kosan. Setiap hari kerjaannya buka-buka berbagai macam situs dan membaca segala wacana dari berbagai macam topik. YM belum bisa diinstall karena diproteksi oleh IT administrator. Kalau mulai bosan, aku menelepon ke sana ke mari yang bukan urusan kantor (mau gimana lagi, kerjaan memang sudah selesai..).

Akhirnya aku sering mengisi buletin board (bulbo) agar aku dapat bersenam jari dan terlihat sibuk di mata boss (hue3x…). Suatu ketika, aku berkali-kali membaca bublo dari teman smu yang isinya gamblang sekali.. MINTA PACAR!
Teman SMUku itu (Cipto Handoyo), tidak aku kenal semasa SMU, memoriku mengenai dia hanya: sosok kecil bersuara seperti tikus mencicit dengan baju seragam kegedean yang sedang berbincang-bincang dengan salah satu teman sekelasku di depan IPS2, HANYA ITU!  (yang merasa jangan tersinggung yaaah… yang penting sekarang dikau OKEH).

Karena aku penasaran, akhirnya aku iseng lah melihat profile FS dia dan Hei! Hei! Hei! Hei! Hei! Kok, dia tidak seperti yang aku ingat ya? Memang sudah 5 tahun tidak ketemu juga, sih.. Dia sudah lebih matang dan tampan (yang merasa silakan GR!). Kulihat dia juga bekerja di Jakarta. Sehubungan aku sudah bosan di kosan (M. Dewi fokus ke keluarga baru (namanya juga Newlywed), Kak Thea juga lagi hangat-hangatnya dengan sang pacar (Mas Teg), Kak Yasmin sibuk hang out, Irma Nun Jauh di Klapa Gading, dan Deon yang anti diganggu di akhir pekan) dan di kantor, jadi kupikir tidak ada salahnya aku menambah teman 1 lagi untuk referensi teman jalan. Akhirnya, kulayangkan 1 message ke dia.

Tidak disangka, respon dari Cipto cepat. Akhirnya jadilah kami bertemu di Plaza Semanggi di suatu sabtu malam, tepatnya di Rice Bowl. Cipto ngaret 2 jam! Rasanya sudah ingin aku rajam! (Hyahahahahhahahah!). Selama menunggu, aku sempat celingukan melihat orang-orang yang tampan dengan baju hitam (karena janjiannya Cipto pakai baju hitam dan ya Cipto, kau memiliki wajah tampan, puas?!!! Hue3x..), tiba-tiba muncul lah setubuh kurus dengan sweater hitam. Cipto Handoyo telah hadir.

Fisik Cipto tidak seperti yang kubayangkan saat melihat fotonya di FS. Dia sangat kurus aslinya. Langsung lah bubar jalan semua ketertarikan dan benar saja.. Saat kami bersalaman, aku tidak merasakan apapun. Tapi kami tetap ngobrol. Ternyata anaknya asik juga, nyambung sana-sini dan berpikiran terbuka.  Kami akhirnya bercokol berjam-jam di Plaza Semanggi, sampai pindah tempat makan 3x: Rice Bowl, Café Avenue, dan Food Courts. Menjelang pulang, Cipto tidak sengaja bertemu teman-temannya yang mengajak nonton Mid-Night. Cipto mengajakku. Awalnya aku tidak mau karena aku takut pulang malam-malam. Tapi Cipto menjanjikan mengantar aku ke kosan dengan selamat. Akhirnya kami menonton The Grudge 2.

Aku tidak pernah nonton Mid Night sebelumnya. Seru juga. Apalagi filmnya memang bikin penonton (aku gitu…) teriak-teriak karena kaget. Selesai nonton, kami langsung pulang. Karena tidak kunjung dapat taksi, akhirnya Cipto dan teman-temannya mengantarku pulang dengan jalan kaki.

DESEMBER 2006
Sepupuku, Gita, pulang dari Melbourne. Jadi, hampir tiap pekan aku main ke rumahnya di daerah Pondok Indah. Aku memberanikan diri naik P19 dari depan kantorku ke Blok M sepulang kantor, meski hati was-was karena aku pernah nonton di ‘Buser’ dkk tentang kegiatan kriminal di kendaraan umum, terutama di malam hari.

Hampir tiap minggu juga aku ke salon kalau bukan menemani dia, ya.. menemani tanteku. Hasil dari salon adalah rambutku di-highlight. Karena aku pernah menghitamkan rambutku sedangkan rambutku sudah tumbuh juga, akhirnya hasilnya menjadi 3 tones, padahal aku hanya membayar untuk 2 tones.

Tahun baru aku habiskan bersama Tante Ita, Om Tata, dan Gita dengan berkeliling Jakarta sebelum jam 12. Sekitar jam 9an kami makan di rumah Nyonya siapaaa gitu di depan Parkit, Sarinah. Masakannya enak, nuansanya juga seperti di rumah jaman dulu, nyaman sekali. Sebelum jam 12, kami sudah sampai di rumah Pondok Indah. Gita sibuk dengan laptopnya, sedangkan aku nonton Little Miss Sunshine. Aku tidak sadar jarum jam sudah bergeser jam 12 lebih. “Eh, Git, dah taun baru, bo… Met Taun Baru…” tiba-tiba rasa kantuk menyerangku dan aku melayanglah ke dunia mimpi.

Januari 2007
Hari idul Adha datang, aku merayakan bersama keluarga tante Ita di Cimelati. Di hari ini juga, ada peristiwa penggantungan Sadam Hussein. Aku tidur satu kamar dengan Gita. Aku ingat aku bermimpi sepanjang malam melihat sosok bayi, wajahnya, close-up. Bayi itu lucu sekali. Sepulang dari Cimelati, saat menuruni tangga di rumah Pondok Indah, aku mendapat SMS dari M. Dewi yang menyatakan kalau dia positif hamil. Aku akan menjadi tante!!!!

Pertama kalinya juga aku merayakan Tahun Baru dengan perusahaan di Shangri-La, All You Can Eat. Sebagai anak kosan dengan gaji pas-pasan, aku menyambut acara ini dengan suka hati.

Leave a Reply