Archive for October, 2007

No Man’s Woman

Tuesday, October 23rd, 2007

No Man’s Woman
(SinĂ©ad O’Connor, Scott Cutler, & Anne Preven)

I don’t wanna be no man’s woman
It don’t make me happy this mantrolling
Thing that you got for me so I become
No man’s woman
I don’t wanna be no man’s woman
I’ve other work I want to get done
I haven’t traveled this far to become
No man’s woman
No Man’s woman
Cuz I’m tired of it
And I’m so scared of it
That I’ll never trust again
Cuz a man could fake you
Take your soul and make you
Miserable in so much pain
My friends think I’m alone but I’ve got secrets
I don’t tell everything about the love I get
I got a lovin man but he’s a spirit
He never does me harm never treats me bad
He never takes away all the love he has
And I forgive him a million times
I’m never tired of it
And I’m not scared of it
Cuz it doesn’t cause me pain
Like a man could fake you
Take your soul and make you
Never be yourself again
I never wanna be no man’s woman
I only wanna be my own woman
I haven’t traveled this far to become
No man’s woman
No man’s woman
No man’s woman

Akhir Pekan Bersama Dede Sarah

Saturday, October 6th, 2007

Hmmm dah lama ga nulis blogs..kangen jg :p

Wiken ini dihabiskan di rumah dede Sarah, selain aku kangen ma dia, tenagaku juga sedang dibutuhkan karena bibi popon mudik lebaran. Aku sih seneng-seneng aja.. ponakan tercinta..

Pagi ini, saur hanya 1 teguk air putih karena bangun kesiangan, maklum dapet mimpi yang bagus jadi bobonya keterusan. Hua3x…

Aku berangkat ke rumah Dede Sarah dengan membawa sebuah ‘grembolan’ kresek yang isinya kado dari ponakan Dede Sarah (bingung kan?) dan tas ransel yang penuh barang-barang titipan. Persis orang mudik.

Untung di busway dapet tempat duduk :)

Begitu sampai di depan pintu apartement, Dede Sarah menyambut, dia sedang berbaring di keranjang dorongnya dengan dot di mulut. Aku langsung mengampirinya dan disambut dengan wajah ‘konsentrasi’nya. Khi3x… lucu banget deh… parasnya seperti cikal bakal pemikir besar aja…

Akhirnya dia tidur, tapi tidak lama kemudian, dia menangis. Rupanya dia pipip. Karena aku belum pernah menggantikan popok (hanya pernah liat di film-2), jadi Bundanya memberi contoh.

Dan..benar juga, tidak berapa lama, Dede Sarah ‘poop’. Kali ini Aku yang membersihkan dan menggantikan popoknya. Sambil merayu dia agar tidak menangis.
Terkadang Dede Sarah rewel dan menangis (yah pokoknya mengeluarkan suara keras), akhirnya Aku gendong dan timang-timang hingga dia mengantuk. Cukup pegal sih.. karena cukup lama.. Dede Sarah emang sulit diajak bobok. Tapi, melihat wajahnya, Aku rela menimang dia lama-lama. I just want to give her comfort as best as I can.
Img_4714_1 Img_4716_1
Img_4722 Img_4731Kalau  Dede Sarah lapar, dia akan menangis keras sekali. Suaranya benar-benar mengundang simpati. Aku sering tidak tega mendengarnya. Apalagi kalau dia menangis, wajahnya langsung memerah dan kadang bibirnya bergetar. Kasian sekali melihatnya begitu. Rasanya ingin langsung memeluknya agar dia merasa nyaman. Nah… Kalau Dede Sarah sudah menangis keras, dia akan membuka mulut lebar-lebar yang akan langsung menutup begitu diberi susu. Lahap sekali…seakan-akan dia takut ASI itu akan meninggalkannya, Dede Sarah kalau minum susu sangat bersemangat, saking semangatnya, terkadang dia sampai berkeringat dan tersenggal-senggal. Hua3x… Sabar sayang…

Aku sampai di apartemen Dede Sarah sekitar jam 10, dan sampai jam 4 sore, kira-kira sudah mengganti sekitar 5-6 popok.. Pernah, Dede Sarah poop dan Aku sedang menggantikan popoknya, eh…. dia pipip… Khi3x… jadi aja sekalian.

Karena kata Bundanya tidak boleh dibiasakan meng-dot saat tidur, jadi dia harus ditimang-timang dulu sebelum tidur.

Bundanya tadi cerita bahwa saat dia sakit dokternya pernah bilang bahwa daya juang Dede Sarah untuk sembuh sangat besar. Ini suatu pertanda bagus, tapi… sepertinya Dede Sarah akan ada kemungkinan bersifat keras kepala. Yah.. buah kan tidak jatuh jauh dari pohonnya :p

Dede Sarah sepertinya ada bakat macho, dia hobby sekali menendang. Kalau minum ASI aja suka grasa-grusu dan akhirnya ASI suka berceceran ke wajah dan bajunya. Kalau sedang berbaring, tangan dan kakinya selalu aktif bergerak-gerak sembari mulutnya mengeluarkan suara ‘eh’ ‘eh’…

Ga sabar melihat dia tumbuh…. :)

Rasanya aneh sekali, waktu benar-benar telah berlalu banyak. Aku masih ingat, kami ‘momotaro’ selalu memasang wajah jutek kalau di acara Lebaran keluarga mendengar bayi-bayi menangis, sambil menggerutu, ‘brisik banget sih’. Tapi sekarang… mendengar suara bayi itu rasanya jauh lebih menyenangkan dari mendengar suara penyanyi manapun. Rasanya seperti memberi kehangatan, seperti mendapat panggilan akan sesuatu. Dulu aku tidak percaya bahwa wajah bayi itu akan membuat tenang lah membuat nyaman lah… tapi sekarang… aku percaya.