Lanjut dengan cerita seputar dosen-dosen.
Ada lagi dosen yang ga kalah aneh. Sialnya, inisial dia sama kaya Ra, R.W…Ra menamakan dia, "Karet Gelang" (karena dia sering bawa bekal dan ada karet gelangnya lalu dia lupa mengenakan karet gelang itu ke mana-mana) dan "Jess Cool" (dia selalu minum Jess Cool di kelas, panas dalam melulu?)
Dia ini sinis banget. Toa menyebut dia "Loneliner in the Crowd" soalnya sering abnget ngeliat dia di keramaian, tapi dia selalu terlihat kesepian. Dia sudah tua dan pensiun. Hobby banget nonton "Baywatch". Hal yang sangat identik dengan dia adalah, "Sister Carrie" - Theodore Dreisser, "Monkey’s Paw", "Young Goodman Brown", "The Terminal Man", "To Kill A Mocking Bird", dan "The Most Dangerous Game". Gara-gara dosen ini lah Ra makin cinta sama buku dan cerita-cerita. Ra berkesan banget ma dosen yang satu ini, khi3x…soalnya Ra satu2nya yang dapat nilai A di mata kuliah. Ra sih berteori bahwa keberhasilan Ra dapat nilai A di mata kuliah itu karena Ra saat SMU dapat guru Bahasa Indonesia yang bagus, Ibu Polwan.
Di mata kuliah Karet Gelang ini, pertama kalinya Ra membaca novel setebal lebih dari 200halaman dalam 2 minggu. Di mata kuliah ini juga pernah tersebar gossip bahwa akan ada UTS dengan bahan novel "Sister Carrie", alhasil di liburan bulan puasa itu, banyak anak2 yang kocar kacir mencari novel yang tebal dan membosankan itu.
Karet Gelang memiliki suara seperti Almarhum Papi Ra, jadi Ra senang mendengarkan dia mengoceh di kelas. Plus…dia tuh kalo menceritakan sesuatu yang lucu, mukanya datar banget, jadi malah tambah kocak. Kalo dia sedang senang akan sesuatu, dia akan tertawa licik seperti anak kecil.
Saat hari kuliah terakhir bersama Karet Gelang…hiks ada nuansa haru. Habis…meski dia sinis, tapi dia tuh selalu enak buat ditanya dan dikritik, meski kadang bikin makan ati.
Ra akhirnya berhenti nge-kos. Mami Ra beli rumah di sekitar jalan tol Cileunyi karena kakak Ra yang sedang menyusun skripsi butuh ketenangan. Selain itu ada alasan lain, Ra udah merasa tidak aman tinggal di kosan. Eh tanya kenapa???
1) Karena ada cowo yang datang ke kamer kosan Ra sehari sampe 4x, untungnya Ra ngga ada terus di kosan. Dia selalu meninggalkan pesan, lah, ato kueh…dan Ra pernah menangkapnya memperhatikan Ra saat makan lumpia basah dari sebrang gerbang, di balik pagar!
2) Karena ada cowo yang ngikutin Ra…ada 2. Yang satu ngikutin ampe kosan. Yang satu lagi, dia selalu menyamakan jam kedatangannya dengan jam kedatangan Ra di gerbang Unpad. Kemudian dia akan memberikan senyum tipis-misterius-cenderung pscycho dari muka pucatnya itu…
Saat menuju liburan semester, setelah UAS Grammar IV yang menyebalkan karena Juhe terlalu patuh pada aturan dan tidak mau menggeser jadwal sehingga banyak anak2 yang sudah membeli tiket untuk pulang, ribet menjualnya kembali, Ra dan anak2 D6 memutuskan untuk memanjat Gunung Geulis. Event itu sebenarnya:
1. Merayakan selesainya UAS
2. Merayakan menyambut liburan semester (meski Ra tidak karena Ra mengambil SAT dengan 15 SKS)
3. Merayakan ulang tahun Ra.
Sebenarnya ide manjat Gunung Geulis itu datang dari Toa, tapi karena Toa sedang ada masalah pribadi, jadi dia sendiri yang tidak bisa ikut. Ra sempet aga2 pundung, masalahnya dulu Ra yang nolak2 manjat Gunung Geulis dan Toa yang keukeuh ngebujuk manjat Gunung Geulis.
Ra manjat Gunung Geulis dengan Baca Cepat juga. Yang menyiapkan makanan anak2 D6, Ra cuma nyumbang duitnya aja.
Ini pertama kalinya Ra manjat gunung. Seperti biasa, Ra tidak mau kalah dengan laki-laki dan tidak mau terlihat lemah, jadi Ra memanjat dengan berbahan bakar gengsi. Sampai ada yang ga percaya kalo itu pengalaman pertama Ra manjat gunung.
Sesampai di puncak, mereka membakar ayam dan makan nasi uduk. Ternyata ayamnya kebanyakan, jadi aja, mereka menggado ayam. Di puncak Gunung Geulis, mereka bisa melihat 4 kota di malam hari yang bergemerlapan dengan lampu-lampu. Indah sekali. Ra sempat berteriak-teriak menyebutkan harapan-harapan saat ada bintang yang bergulir di langit.
Yang berkesan dari memanjat Gunung Geulis ini adalah waktu pipis di balik semak-semak. Masalahnya di puncak Gunung Geulis itu ada Makam si Geulis. Ra pipisnya waktu sudah mau pagi, dan sudah banyak orang yang duluan pipis. Jadi daerah yang masih bersih dari ‘tanda’ orang-orang ya…semakin ke arah Makam. Ra ga kebayang kalo lagi pipis tiba-tiba ada sosok wanita berbaju putih dan berambut panjang…Jelek banget kan kalo Ra pingsan dengan kondisi lagi pipis?!!!
Di puncak Gunung Geulis dingin banget dan banyak angin. Ra yang amatir manjat gunung ini, salah pake baju, alhasil kedinginan.
Oleh-oleh yang Ra bawa dari Gunung Geulis adalah duri-duri yang menancap kedua telapak tangan Ra gara-gara kalo manjat dan kepeleset Ra meraih apapun di samping Ra, ternyata banyak tanaman berduri, baik besar maupun kecil. Jadi setiba di bawah, Ra sibuk mengeluarkan duri-duri itu.
Pagi hari menyambut matahari yang hangat sangat menyenangkan setelah kedinginan semalaman, meskipun sudah berselimut special. Karena celana jeans Ra kotor, jadi sekembalinya di asrama D6, Ra mengenakan sarung Piyu, jadi Ra mondar-mandir beli makan deket kampus juga pake sarung. Felt good.
Ra sempet selama 1 semester mengenakan soft lenses. Reaksi orang yang mengetahui Ra mengenakan soft lenses macam-macam:
1) Ada yang menatap Ra lekat-lekat, lalu mendekatkan diri ke wajah Ra untuk melihat soft lenses yang menempel di bola mata Ra, dengan wajah excited.
2) Ada yang meringis, membayangkan sebuah benda nemplok di mata.
3) Ada yang…"Tih, lo jangan melototin gw aja dong!" (ini kalimatnya Onta, saat ngobrol di lantai 2 gedung C, nunggu kuliahnya "Karet Gelang", padahal Ra hanya menatap biasa) "Kayanya lo mending pake kacamata lagi, deh! Mata lo tuh gede banget tau ga sih?!!"
Gemasi (Gelanggang Mahasiswa Sastra Inggris) pernah mengadakan acara piknik ke Ciwidey, 2 kali. Yang pertama tidak begitu berkesan, tapi ada peristiwa bodoh, untuk Ra. Jadi ceritanya anak-anak Gemasi pergi ke Ciwidey dengan bus tentara yang disewa oleh senior Ra. Begitu sampe di villa, Ra melihat ada asap di balik pagar tanaman, kontan, "Wah ada yang bakar sampah!" kata Ra masih di dalam bus. Begitu keluar bus, kok tidak tercium bau sesuatu yang terbakar…? Hohoho…ternyata itu asap dari kolam air panas. Tengsiiiin…
Ra paling ingat dengan acara Ciwidey yang ke 2. Soalnya itu yang paling rame, dosen-dosen juga pada datang. Ra ingat jalan-jalan di sekitar kebun teh itu sambil agak lompat-lompat, sok-sokan kaya anak kecil gitu sama Toa. Padahal saat itu badan Ra sedang mengembang, yah…sekitar 49kg lah..jadi perutnya goyang-goyang kalo lompat. PD bgt. Dan ternyata di depan mereka ada mobil dosen Ra dan juga dosen Ra di dalamnya, si Grizzly Bear. Tengsin lagi…
Ra ga ingat apakah ini Ciwidey ke 1 atau yang ke 2, pokoknya Ra dan Toa tidur di ruang depan, di depan perapian, yang nyaris tidak berfungsi karena meski dinyalakan tetap saja rasa dingin menembus tulang. Ra ngobrol semalaman dengan senior Ra, "R", yang memberi tahu bahwa senior Ra yang lain "O" sebenernya naksir Ra yang kebetulan Ra juga naksir "O", yah meski akhirnya Ra ga jadian ma "O". Karena kamar di atas sudah rame banget, jadi Ra dan Toa tidur di ruang depan. Ra satu kasur berdua dengan Toa dan satu selimut, jadi semalaman kadang kita rebutan selimut. Dan yang nyebelin Toa ga mau dipeluk, padahal kan kalo tiduran sambil pelukan lebih hangat. Ra nyaris ga bisa tidur karena kedinginan, rasanya pingin nyemplungin diri ke bara api atau ke kolam air panas itu.
Pagi harinya…sekitar jam 5.30an..senior Ra, "R2" yang badannya tinggi dan menurut orang-orang ganteng (sampai sekarang Ra ga bisa ngeliat di mana gantengnya) datang dan membuka pintu ruang depan, dan "Eh lari pagi yok!" dan disambut dgn:
"NGGGAAAAA!!!!! TUTUP PINTU!" Ra dan Toa kompak, gila yang bener aja, dingin-dingin begini lari pagi, apalagi melihat kabut tebal di belakang "R2", beranjak dari selimut aja males!
Oh, iya, dulu kan Ra ga bisa makan dengan hanya tangan saja, harus pake sendok garpu. Jadi…saat makan malam..di ruangan itu yang perangkat makannya paling komplet: piring, sendok, garpu, dan gelas, ya…Ra. Udah kaya Alien aja. Habis mau gimana? Saat itu Ra belum mahir makan dengan tangan saja, yang ada bakal berantakan kaya ayam makan.
Setelah makan, ada acara bincang-bincang. Ada junior yang nyanyiin lagunya Eminem dengan PD-nya, padahal orang-orang udah menatap nyinyir ke dia. Trus perkenalan dosen-dosen. Ra sempet nyeletuk "status, status!" tapi dengan suara pelan, saat "George Michael" memperkenalkan diri, dan sialnya junior Ra ada yang menyuarakan ulang, "Pak, kata Ratih, Statusnya apa? Single apa married?!" Sial! Ra langsung nunduk, ngumpet.
Entah, ya mungkin karena udah genetik aja, kulit Ra emang putih banget, di tempat yang dingin banget kaya Ciwidey, kulit Ra jadi makin putih dan kemerahmerahan. Bibir Ra jadi merah banget, sampe "Orange Pig" tanya, "Rat, lo pake lipstick ya?"
‘Buseeet?!!! Niat amat gw pake lipstick di acara beginian?!’ pikir Ra, "ngga" Ra jawab.
Di Ciwidey 1, Tengah malam, beberapa anak laki ada yang terjun ke kolam air panas dalam keadaan bugil! (PD BGT!!!) Untung banget deh malem kabut dah turun, jadi Ra dan Toa ga perlu menonton dari jendela yang bening abis itu.
Ciwidey 2, ada acara kaya game di Pramuka itu loh, yang kliling-kliling dari pos satu ke pos yang lain. Sialnya kelompok Ra kedapatan ke 2 sebelum terakhir, artinya berangkat jam 2 pagi. Dingiiiiiiin!!!! Konsepnya "Fellowship of the Ring" jadi tiap kelompok dituntun oleh senior yang ada jenggotnya, dan kelompok Ra dipimpin "Sinis".
Ra ingat di Pos Tag, ditanya tentang Globalisasi, setuju atau tidak dan kenapa? Ra bilang "ga setuju", soalnya gila aja kita harus saingan dengan orang-orang lulusan Cambridge, Oxford, Harvard yang kuliahnya dah kemana…sedangkan kita ngedapetin bahan-bahan aja sulitnya minta ampun. Trus waktu ditanya "kenapa kamu suka Internet?" Ra bilang, "karena saya suka browsing, enak aja menambah ilmu dan pengetahuan." Dan Ra ingat menjawab seenaknya, mungkin karena lagi musim Meteor Garden, jadi kebawa-bawa "sok elit", waktu ditanya "Kamu terpikir tidak siapa yang bayar listrik dan pulsa karena kamu browsing di internet." Hohoho…sorry deh… ;p
Udah jalan-jalan di ubun-ubun pagi…nyasar pula. Ra ingat Ra udah capek banget dan ngantuk, diajukan pertanyaan tentang fungsi dan tugas mahasiswa memperjuangkan hak rakyat dengan berdemo. Maklum, dulu Ra masih devilish banget, jadi Ra jawab, "Saya ga perduli dengan itu semua, saya hanya perduli dengan diri saya. Kalau saya sengsara, apakah mereka itu perduli?" Dosen Ra hanya menatap sebal ke Ra.
Akhirnya kelompok Ra sampai lagi ke Villa jam 05.30…capek dan ngantuk…tapi jadi seger lagi soalnya datang-datang disambut oleh "George Michael" yang rambutnya acak-acakan (ternyata dia baru mandi), jadi ganteng banget.
Di Ciwidey ini ada yang menyebalkan, jadi senior-senior yang tidak terlalu akrab juga datang dan senior-senior yang tidak dikenal ini rupanya yang tidak setuju dengan konsep "sama rata" di Sastra Inggris Unpad (makanya ga ada "Teh" atau "Aa" meski dengan senior). Senior-senior ini tetap membawa-bawa konsep ospek "dehumanisation". Tapi mereka hanya 15% dari seluruh yang hadir. Tapi tetap saja, memberikan noda. Masa orang lagi mandi digedor-gedor dengan Barbarnya?! Sambil teriak-teriak kaya di ospek-ospek pada umumnya itu. Karena udah kesel banget, akhirnya Ra buka pintu, "Sabar dikit napa? Sopan dong!"
To Be Continued…