Archive for September, 2006

Bloodshed…

Monday, September 18th, 2006

Yesterday, Ra got email. The email said and showed that those Canadian people do killing baby seal as A SPORT?!!!! WHAT THE ….?!!! Those animals are cute and innocent? What have they done that make those villain do such intolerabel thing? The pictures showed the guys posed as if they conquerred something. What kind of sick person they are?!!! Ra’s heart’s crushed when she’s seeing the pictures. It was so BARBARIC! If those guys kill the seal for usefull stuff, it can be tolerable, but only for A SPORT?!!! Ra’s hope those people will be swallowed slowly by average seal someday, so those villain will feel the pain as what they gave to those innocent baby seals. Where is the LOVE?

Moreover, Ra’s just read about the finding of unborn babygirl skulls and bones in India. It was said that about 20 million babygirls were aborted in the past 20 years. Those babygirls were unwanted because those patriach thinks that girls is less price than boys. Is this trial and error? "Oops I’m having a babygirl, kill her." "Yes, I’m having a babyboy, let he live." Where is the LOVE?

Malaikat Berkata Benar!!!

Friday, September 15th, 2006

First of all, God give me mercy for my following words.

Saat Tuhan akan menciptakan manusia, malaikat protes, ya..kurang lebih gini deh: "Kenapa nyiptain sesuatu yang bakal jadi biang pertumpahan darah di bumi?!" (Mungkin Tuhan udah curhat duluan ke malaikat, kali ya, mengenai bagaimana sifat-sifat manusia).

Kalimat ini bener-bener jadi kenyataan, dan mungkin jadi pertanyaan di banyak kepala orang. Kalo masuk surga kelak, mo tanya ah…

Tadi Ra ga sengaja liat-liat berita Yahoo, trus ada headline ttg George Clooney ttg Sudan, dan akhirnya Ra berujung ngeliat file-file Rwanda Genocide 1994. Coba lah ya…yang baca blogs Ra, coba sempatkan ketik Rwanda Genocide di Google dan baca…Kalian akan merasa SANGAT BERSYUKUR dengan keadaan yang diterima kalian sekarang ini. Setelah membaca file-file itu…Ra yang lagi ngidam bebek goreng dan sushi, langsung tidak merasa lapar, merasa mual, dan merasa bersalah karena menginginkan sesuatu yang enak-enak sedangkan di belahan dunia lain ada yang way much sengsara beyond … Argh!!! Ga tergambarkan pokoknya!

Di wikipedia, disebutkan ada teori yang menyebutkan bahwa kemungkinan background Rwanda Genocide karena mereka tersetting oleh German (mereka jajahan German). Ya, itu dulu kan German merasa the superior one dan bangsa lain selain mereka entah dipandang sebagai apa. Disebutkan kurang lebih korban Rwanda Genocide antara 800ribu orang sampe 1juta. (Iiiiikh…Manusia? Mesin pembunuh?! Meski Pol Pot tetap menang-2 juta korban) Itu baru korban yang tewas, belum korban yang disiksa, dimutilasi tapi ga sampe mati, diperkosa, etc. (Maaf…Ra pingin muntah…WUEEKKK!!!)

Ga ayal kalo Dosen-dosen Ra pada marah-marah dan benci abis ma colonialists dan artist-artis berdarah dingin yang berlenggak-lenggok dengan kemewahan.

Mengenai pembunuhan besar-besaran sudah banyak yang terjadi dari Jaman Pra-sejarah sampe sekarang, dari yang Ra ingat dari buku-buku:

1. Mesir (Firaun) Vs. Yahudi, terkenal banget untuk pembangunan bangunan segede Alaihim hanya untuk orang mati yang belum tentu menikmati dan sadar kalo dibuatin bangunan itu.

2. Yah pokoknya perebutan di daerah Mesopotamia dan Kerajaan-kerajaan Gede Jaman Dulu itu lah, itu aja dah berapa generasi, berapa kerajaan yang saling sikut.

3. Genghis & Khubilai Khan Vs. Arab n other victims. Konon, mereka membuat pagar dan semacam pilar dari kepala-kepala korban. Meni barbar pisaaaan!!! Emang ga amis darah gitu? Trus…How could you face dead chopped heads?!!!

4. Kekaisaran Roma Vs. Penganut Kristen

5. Katolik Vs. Protestan, sampe Queen Elizabeth tega bunuh sodara sendiri?!!!

6. Perang-perang: Perang Salib aja berapa episode, Perang Dunia I & II, Perang Teluk, etc…(udah termasuk Nazi Vs. Yahudi) Kebayang ga sih Kalo Perang Baratayudha itu bener-bener ada?!!! Baca komiknya aja dah jijik…Trus perang-perang di berbagai belahan Nusantara kita melawan kompeni..

7. Pol Pot Vs. Korban-korban…

8. Rwanda

9. Serbia dkk…

10. Timor-timur

11. Dll..

Kalo liat Buser dkk…siapa tahu ada yang rajin, boleh lah dihitung tiap bulan ada berapa nyawa melayang. Sehari aja, bisa lebih dari 1 nyawa. Kalo pun dihitung tiap hari cuma 1…berarti tiap hari ada 30 nyawa melayang…

Sampai mentok ke suatu pertanyaan…"Kenapa orang harus membunuh?" yang kadang mentok juga ke suatu jawab, "membunuh atau dibunuh" seperti di The Most Dangerous Game.

Pernah nonton The Fifth Element?! Pernah dong…kan diputer hampir tiap 3 bulan sekali di R***. Khi3x… Ingat adegan the Fifth Element liat-liat document dan dia paling berkesan dan akhirnya shock pada WAR.

Duh! Saking shocknya ampe ga tau harus nulis apaan, jadi gini deh!

Ya pokoknya kalian yang baca, yang merasa selalu ga puas sama hidup, tolong liat ke yang jauh lebih ga beruntung daripada kalian!!! Ya ga perlu jauh-jauh liat ke Rwanda ato Sudan, liat aja Office Boy di kantor kalian, ato tukang ojek yang nunggu panas-panas tapi ga dapat penumpang (karena penumpangnya juga lagi pada ngirit)

JADI ORANG INDONESIA?!!! WHY NOT?!!!

Thursday, September 14th, 2006

Jujur Ra nulis ini karena terinspirasi oleh Farcantes (Irvan) yang juga terinspirasi oleh orang lain dari milis (coba cek ke blogs Farcantes).

Iya, jadi orang Indonesia…KENAPA NGGA?!

Di blogs Farcantes diceritakan ada rombongan 5 orang terdiri dari orang India/Singapore (duh lupa, pokoknya dah lama tinggal di Singapore means dah biasa higienis), orang Jepang (yang sudah rahasia umum mereka higienis banget-masa sumpit sekali pake?!!! Kasian Pohon dunk!), n orang Indonesia. Dalam 1 minggu, guess what?!! Hanya orang Indonesia yang sehat wal alfiat! Orang India/Singapore dan Jepang itu diare. Orang India/Singapore: karena dia minum kopi di warung lokal. Orang Jepang: karena dia kumur-kumur pake air keran hotel saat sikat gigi!!! GUSTI NU AGUNG meni kitu pisan!!! Sebagai orang Indonesia yang biasa minum es (yang mungkin dari air antah berantah), makan siomay, batagor, ketoprak, dll di pinggir jalan, jadi deh manusia sakti. Khu3x!!!

Trus Ra dapat cerita dari teman kosan Ra yang punya teman bule. Si Bule, orang Inggris, selama di Indonesia hanya makan crackers yang dia bawa dari Inggris. Kenapa? karena dia selalu diare kalo makan di Indonesia, bahkan di fancy restaurant sekalipun! Lemah banget sih?!!! Kalo qta sih dibawa ke Inggris, mo makan apaan juga masuk.

Dulu di Oprah sempat ribut mengenai adanya ‘kecelakaan’ di KFC, adanya kepala ayam yang ikut tergoreng dan terjual, dikira chicken drum stick. Hal ini jadi heboh. Baru kepala ayam? Di Indonesia, itu sih bisa jadi rebutan! Dari kepala, leher, kulit, sayap, jantung, ati-ampela, usus, sampe ceker habis disantap. Taste Good, You KNOW!!! Plus…don’t you think that those chickens will be sad if they know that we disregard some part of their body?!!! What’s the use of their sacrifation then?!!!

Ra dengar dari kakak Ra yang kuliah di Peternakan, di negara-negara maju, onderdil ayam & sapi itu dibuang ato jadi makanan anjing/kucing. WAK?!!! Onderdil sapi kan bisa untuk Empal Gentong?! Usus dan Babad Goreng juga! Gule otak etc…Ih…seandainya ga dibuang, lalu diolah…

Di Fear Factor, ada adegan makan otak lah, ati lah… si bule-bule menatap jijik. Kalo di Indonesia yang ada juga, "Mas, ada yang bawa Masako ato kecap deh kecap…?"

Ada cerita pengalaman dari Dosen Ra yang kuliah di Amrik. Katanya di Amrik ga enak, kenapa? Karena warung hanya dikit dan jaraknya jauh-jauh. Jadi kalo rokok habis tengah malam, males keluar dan beli. Trus…ga ada tukang sayur yang lewat dan harga sayur mahal-mahal. Di Indonesia, kita bangun tidur dengan belekan, tukang sayur dengan setia dan baik hatinya menawarkan di depan rumah, servicenya lebih memuaskan bukan?!!!

Melting Pot? Amrik bangga banget mereka United Nation. Weewww…Indonesia dah dari jaman kapan. Kita emang dah ceprot di Nusantara ini, sedangkan mereka…orang-orang yang mengorbankan bangsa lain (Indian yang konon ada juga keturunan dari Indonesia), trus sekarang ongkang-ongkang ngaku itu tanah mereka?!!! WTF?!!!

Datang aja ke ITC Ambassador, nah di lantai berapa gitu, tuh berbagai macam masakan Nusantara ada. Coba deh iseng-iseng liat buku-buku resep masakan Nusantara, ga bakalan bosan. Bahannya beraneka ragam, dari ayam aja bisa dipreteli macam-macam, sapi juga (dari daging, otak, usus, buntut, tulang, sumsum, etc), (maaf ga disebutkan kambing, I Hate it), ikan juga dari kepala, kulit, n onderdilnya (digoreng, dipepes, dibakar) sayurnya juga bisa apapun, dari kangkung (bagus zat besi n haemoglobin), bayem (zat besi & haemoglobin), daun katuk (untuk yang netekin, yg ga netekin juga ga papa sih), daun singkong (dilalap, sayur kuning, ato buntil), daun pepaya (urab ato buntil), daun talas (buntil), etc…jantung pisang (bumbu masakan menado ato gudek), nangka (sayur kuning ato gudek), bunga pepaya (pepes ato tumis), Jengkol (digoreng biasa ato disemur, AYYY…MAU!!!) bahkan kedebogan pisang juga bisa dimasak! Kreatif Banget kan orang Indonesia?!!! Kita juga ga kalah dengan orang Perancis, siapa yang suka Tutut ato Keracak?!!! Ijoan?! (Aduh Mak…lapeerrrr…Mommy…Kangen…)

Orang Amrik yang pilah-pilah makanan ternyata justru lebih banyak yang kegemukan, padahal mereka ga makan usus ato babat sapi yang YUMMY!!! Ga kreatif sih…Gimana mau makan sayur, lha bumbunya cuma itu-itu aja.

Di Indonesia qta bisa dapat baju, tas, DVD, etc…bajakan. Qta juga bisa mendapatkan buku-buku kuliah dengan murahnya, fotocopy, pirates for eduacation, means for good shake.

Years In College Part 7: ‘Karet Gelang’, Pindah dari Kosan, Gunung Geulis Event, Ciwidey, & Contact Lens

Monday, September 11th, 2006

Lanjut dengan cerita seputar dosen-dosen.

Ada lagi dosen yang ga kalah aneh. Sialnya, inisial dia sama kaya Ra, R.W…Ra menamakan dia, "Karet Gelang" (karena dia sering bawa bekal dan ada karet gelangnya lalu dia lupa mengenakan karet gelang itu ke mana-mana) dan "Jess Cool" (dia selalu minum Jess Cool di kelas, panas dalam melulu?)

Dia ini sinis banget. Toa menyebut dia "Loneliner in the Crowd" soalnya sering abnget ngeliat dia di keramaian, tapi dia selalu terlihat kesepian. Dia sudah tua dan pensiun. Hobby banget nonton "Baywatch". Hal yang sangat identik dengan dia adalah, "Sister Carrie" - Theodore Dreisser, "Monkey’s Paw", "Young Goodman Brown", "The Terminal Man", "To Kill A Mocking Bird", dan "The Most Dangerous Game". Gara-gara dosen ini lah Ra makin cinta sama buku dan cerita-cerita. Ra berkesan banget ma dosen yang satu ini, khi3x…soalnya Ra satu2nya yang dapat nilai A di mata kuliah. Ra sih berteori bahwa keberhasilan Ra dapat nilai A di mata kuliah itu karena Ra saat SMU dapat guru Bahasa Indonesia yang bagus, Ibu Polwan.

Di mata kuliah Karet Gelang ini, pertama kalinya Ra membaca novel setebal lebih dari 200halaman dalam 2 minggu. Di mata kuliah ini juga pernah tersebar gossip bahwa akan ada UTS dengan bahan novel "Sister Carrie", alhasil di liburan bulan puasa itu, banyak anak2 yang kocar kacir mencari novel yang tebal dan membosankan itu.

Karet Gelang memiliki suara seperti Almarhum Papi Ra, jadi Ra senang mendengarkan dia mengoceh di kelas. Plus…dia tuh kalo menceritakan sesuatu yang lucu, mukanya datar banget, jadi malah tambah kocak. Kalo dia sedang senang akan sesuatu, dia akan tertawa licik seperti anak kecil.

Saat hari kuliah terakhir bersama Karet Gelang…hiks ada nuansa haru. Habis…meski dia sinis, tapi dia tuh selalu enak buat ditanya dan dikritik, meski kadang bikin makan ati.

Ra akhirnya berhenti nge-kos. Mami Ra beli rumah di sekitar jalan tol Cileunyi karena kakak Ra yang sedang menyusun skripsi butuh ketenangan. Selain itu ada alasan lain, Ra udah merasa tidak aman tinggal di kosan. Eh tanya kenapa???

1) Karena ada cowo yang datang ke kamer kosan Ra sehari sampe 4x, untungnya Ra ngga ada terus di kosan. Dia selalu meninggalkan pesan, lah, ato kueh…dan Ra pernah menangkapnya memperhatikan Ra saat makan lumpia basah dari sebrang gerbang, di balik pagar!

2) Karena ada cowo yang ngikutin Ra…ada 2. Yang satu ngikutin ampe kosan. Yang satu lagi, dia selalu menyamakan jam kedatangannya dengan jam kedatangan Ra di gerbang Unpad. Kemudian dia akan memberikan senyum tipis-misterius-cenderung pscycho dari muka pucatnya itu…

Saat menuju liburan semester, setelah UAS Grammar IV yang menyebalkan karena Juhe terlalu patuh pada aturan dan tidak mau menggeser jadwal sehingga banyak anak2 yang sudah membeli tiket untuk pulang, ribet menjualnya kembali, Ra dan anak2 D6 memutuskan untuk memanjat Gunung Geulis. Event itu sebenarnya:

1. Merayakan selesainya UAS

2. Merayakan menyambut liburan semester (meski Ra tidak karena Ra mengambil SAT dengan 15 SKS)

3. Merayakan ulang tahun Ra.

Sebenarnya ide manjat Gunung Geulis itu datang dari Toa, tapi karena Toa sedang ada masalah pribadi, jadi dia sendiri yang tidak bisa ikut. Ra sempet aga2 pundung, masalahnya dulu Ra yang nolak2 manjat Gunung Geulis dan Toa yang keukeuh ngebujuk manjat Gunung Geulis.

Ra manjat Gunung Geulis dengan Baca Cepat juga. Yang menyiapkan makanan anak2 D6, Ra cuma nyumbang duitnya aja.

Ini pertama kalinya Ra manjat gunung. Seperti biasa, Ra tidak mau kalah dengan laki-laki dan tidak mau terlihat lemah, jadi Ra memanjat dengan berbahan bakar gengsi. Sampai ada yang ga percaya kalo itu pengalaman pertama Ra manjat gunung.

Sesampai di puncak, mereka membakar ayam dan makan nasi uduk. Ternyata ayamnya kebanyakan, jadi aja, mereka menggado ayam. Di puncak Gunung Geulis, mereka bisa melihat 4 kota di malam hari yang bergemerlapan dengan lampu-lampu. Indah sekali. Ra sempat berteriak-teriak menyebutkan harapan-harapan saat ada bintang yang bergulir di langit.

Yang berkesan dari memanjat Gunung Geulis ini adalah waktu pipis di balik semak-semak. Masalahnya di puncak Gunung Geulis itu ada Makam si Geulis. Ra pipisnya waktu sudah mau pagi, dan sudah banyak orang yang duluan pipis. Jadi daerah yang masih bersih dari ‘tanda’ orang-orang ya…semakin ke arah Makam. Ra ga kebayang kalo lagi pipis tiba-tiba ada sosok wanita berbaju putih dan berambut panjang…Jelek banget kan kalo Ra pingsan dengan kondisi lagi pipis?!!!

Di puncak Gunung Geulis dingin banget dan banyak angin. Ra yang amatir manjat gunung ini, salah pake baju, alhasil kedinginan.

Oleh-oleh yang Ra bawa dari Gunung Geulis adalah duri-duri yang menancap kedua telapak tangan Ra gara-gara kalo manjat dan kepeleset Ra meraih apapun di samping Ra, ternyata banyak tanaman berduri, baik besar maupun kecil. Jadi setiba di bawah, Ra sibuk mengeluarkan duri-duri itu.

Pagi hari menyambut matahari yang hangat sangat menyenangkan setelah kedinginan semalaman, meskipun sudah berselimut special. Karena celana jeans Ra kotor, jadi sekembalinya di asrama D6, Ra mengenakan sarung Piyu, jadi Ra mondar-mandir beli makan deket kampus juga pake sarung. Felt good.

Ra sempet selama 1 semester mengenakan soft lenses. Reaksi orang yang mengetahui Ra mengenakan soft lenses macam-macam:

1) Ada yang menatap Ra lekat-lekat, lalu mendekatkan diri ke wajah Ra untuk melihat soft lenses yang menempel di bola mata Ra, dengan wajah excited.

2) Ada yang meringis, membayangkan sebuah benda nemplok di mata.

3) Ada yang…"Tih, lo jangan melototin gw aja dong!" (ini kalimatnya Onta, saat ngobrol di lantai 2 gedung C, nunggu kuliahnya "Karet Gelang", padahal Ra hanya menatap biasa) "Kayanya lo mending pake kacamata lagi, deh! Mata lo tuh gede banget tau ga sih?!!"

Gemasi (Gelanggang Mahasiswa Sastra Inggris) pernah mengadakan acara piknik ke Ciwidey, 2 kali. Yang pertama tidak begitu berkesan, tapi ada peristiwa bodoh, untuk Ra. Jadi ceritanya anak-anak Gemasi pergi ke Ciwidey dengan bus tentara yang disewa oleh senior Ra. Begitu sampe di villa, Ra melihat ada asap di balik pagar tanaman, kontan, "Wah ada yang bakar sampah!" kata Ra masih di dalam bus. Begitu keluar bus, kok tidak tercium bau sesuatu yang terbakar…? Hohoho…ternyata itu asap dari kolam air panas. Tengsiiiin…

Ra paling ingat dengan acara Ciwidey yang ke 2. Soalnya itu yang paling rame, dosen-dosen juga pada datang. Ra ingat jalan-jalan di sekitar kebun teh itu sambil agak lompat-lompat, sok-sokan kaya anak kecil gitu sama Toa. Padahal saat itu badan Ra sedang mengembang, yah…sekitar 49kg lah..jadi perutnya goyang-goyang kalo lompat. PD bgt. Dan ternyata di depan mereka ada mobil dosen Ra dan juga dosen Ra di dalamnya, si Grizzly Bear. Tengsin lagi…

Ra ga ingat apakah ini Ciwidey ke 1 atau yang ke 2, pokoknya Ra dan Toa tidur di ruang depan, di depan perapian, yang nyaris tidak berfungsi karena meski dinyalakan tetap saja rasa dingin menembus tulang. Ra ngobrol semalaman dengan senior Ra, "R", yang memberi tahu bahwa senior Ra yang lain "O" sebenernya naksir Ra yang kebetulan Ra juga naksir "O", yah meski akhirnya Ra ga jadian ma "O". Karena kamar di atas sudah rame banget, jadi Ra dan Toa tidur di ruang depan. Ra satu kasur berdua dengan Toa dan satu selimut, jadi semalaman kadang kita rebutan selimut. Dan yang nyebelin Toa ga mau dipeluk, padahal kan kalo tiduran sambil pelukan lebih hangat. Ra nyaris ga bisa tidur karena kedinginan, rasanya pingin nyemplungin diri ke bara api atau ke kolam air panas itu.

Pagi harinya…sekitar jam 5.30an..senior Ra, "R2" yang badannya tinggi dan menurut orang-orang ganteng (sampai sekarang Ra ga bisa ngeliat di mana gantengnya) datang dan membuka pintu ruang depan, dan "Eh lari pagi yok!" dan disambut dgn:

"NGGGAAAAA!!!!! TUTUP PINTU!" Ra dan Toa kompak, gila yang bener aja, dingin-dingin begini lari pagi, apalagi melihat kabut tebal di belakang "R2", beranjak dari selimut aja males!

Oh, iya, dulu kan Ra ga bisa makan dengan hanya tangan saja, harus pake sendok garpu. Jadi…saat makan malam..di ruangan itu yang perangkat makannya paling komplet: piring, sendok, garpu, dan gelas, ya…Ra. Udah kaya Alien aja. Habis mau gimana? Saat itu Ra belum mahir makan dengan tangan saja, yang ada bakal berantakan kaya ayam makan.

Setelah makan, ada acara bincang-bincang. Ada junior yang nyanyiin lagunya Eminem dengan PD-nya, padahal orang-orang udah menatap nyinyir ke dia. Trus perkenalan dosen-dosen. Ra sempet nyeletuk "status, status!" tapi dengan suara pelan, saat "George Michael" memperkenalkan diri, dan sialnya junior Ra ada yang menyuarakan ulang, "Pak, kata Ratih, Statusnya apa? Single apa married?!" Sial! Ra langsung nunduk, ngumpet.

Entah, ya mungkin karena udah genetik aja, kulit Ra emang putih banget, di tempat yang dingin banget kaya Ciwidey, kulit Ra jadi makin putih dan kemerahmerahan. Bibir Ra jadi merah banget, sampe "Orange Pig" tanya, "Rat, lo pake lipstick ya?"

‘Buseeet?!!! Niat amat gw pake lipstick di acara beginian?!’ pikir Ra, "ngga" Ra jawab.

Di Ciwidey 1, Tengah malam, beberapa anak laki ada yang terjun ke kolam air panas dalam keadaan bugil! (PD BGT!!!) Untung banget deh malem kabut dah turun, jadi Ra dan Toa ga perlu menonton dari jendela yang bening abis itu.

Ciwidey 2, ada acara kaya game di Pramuka itu loh, yang kliling-kliling dari pos satu ke pos yang lain. Sialnya kelompok Ra kedapatan ke 2 sebelum terakhir, artinya berangkat jam 2 pagi. Dingiiiiiiin!!!! Konsepnya "Fellowship of the Ring" jadi tiap kelompok dituntun oleh senior yang ada jenggotnya, dan kelompok Ra dipimpin "Sinis".

Ra ingat di Pos Tag, ditanya tentang Globalisasi, setuju atau tidak dan kenapa? Ra bilang "ga setuju", soalnya gila aja kita harus saingan dengan orang-orang lulusan Cambridge, Oxford, Harvard yang kuliahnya dah kemana…sedangkan kita ngedapetin bahan-bahan aja sulitnya minta ampun. Trus waktu ditanya "kenapa kamu suka Internet?" Ra bilang, "karena saya suka browsing, enak aja menambah ilmu dan pengetahuan." Dan Ra ingat menjawab seenaknya, mungkin karena lagi musim Meteor Garden, jadi kebawa-bawa "sok elit", waktu ditanya "Kamu terpikir tidak siapa yang bayar listrik dan pulsa karena kamu browsing di internet." Hohoho…sorry deh… ;p

Udah jalan-jalan di ubun-ubun pagi…nyasar pula. Ra ingat Ra udah capek banget dan ngantuk, diajukan pertanyaan tentang fungsi dan tugas mahasiswa memperjuangkan hak rakyat dengan berdemo. Maklum, dulu Ra masih devilish banget, jadi Ra jawab, "Saya ga perduli dengan itu semua, saya hanya perduli dengan diri saya. Kalau saya sengsara, apakah mereka itu perduli?" Dosen Ra hanya menatap sebal ke Ra.

Akhirnya kelompok Ra sampai lagi ke Villa jam 05.30…capek dan ngantuk…tapi jadi seger lagi soalnya datang-datang disambut oleh "George Michael" yang rambutnya acak-acakan (ternyata dia baru mandi), jadi ganteng banget.

Di Ciwidey ini ada yang menyebalkan, jadi senior-senior yang tidak terlalu akrab juga datang dan senior-senior yang tidak dikenal ini rupanya yang tidak setuju dengan konsep "sama rata" di Sastra Inggris Unpad (makanya ga ada "Teh" atau "Aa" meski dengan senior). Senior-senior ini tetap membawa-bawa konsep ospek "dehumanisation". Tapi mereka hanya 15% dari seluruh yang hadir. Tapi tetap saja, memberikan noda. Masa orang lagi mandi digedor-gedor dengan Barbarnya?! Sambil teriak-teriak kaya di ospek-ospek pada umumnya itu. Karena udah kesel banget, akhirnya Ra buka pintu, "Sabar dikit napa? Sopan dong!"

To Be Continued…