Archive for August, 2006

Sucky Kindergarten Experiences!!!

Monday, August 28th, 2006

Gara-gara tadi pagi melewati SD dan berujung ngobrol tentang TK dengan teman kosan, Ra jadi ingat masa-masa di TK. She HATES her Kindergarten experiences. Sucks, for always!

In Kindergarten, Ra got alienation. Why? Because she’s the uncommon type kind of girl! But, why people should alienate her?!!! WHY?!!!

Here is the story:

In Kindergarten, in her class, there’s a group of girls, ‘truly girl-girl’. All those ‘girl-girl’ members have to act like A Lady! They HAVE TO sit like A Lady. Has anyone seen how Lady Di sat? That’s how those ‘girl-girl’ sat. On the other haaaaaand…Ra who grew up with an only brother, that introduced her with boys’ toys and attitudes so he won’t be alone (he’s the one who’s responsible for Ra’s in-between), only felt comfortable with open-wide-legs-sitting position. Ra already tried her best to sit like A Lady, but those legs just kept opened, unconsciously. It was such unacceptable attitude for those ‘girl girl’ and Ra got dumped from the Lady community. Huh? Who the hell are they?

Ra’s still mad whenever she remembers the stupid experience. It’s good that she bit the leader of those Lady Community (Yup, Ra bit the girl on the arm).

Worse, because Ra didn’t wear pant, Ra couldn’t join with boys group.

Luckily, there’s a very naughty boy in Ra’s class that no one either boys and girls wanted to play with him. Ra cannot remember his name. All Ra remembers are he’s white and pretty cute and he has nickname, I-Chang. He’s Ra’s first male bestfriend. Ra misses him so much, where is he now?

Not only, classmates who treated Ra bad, but the teachers also. Ra admits that Ra doesn’t have good hand skills, but as a teacher, shouldn’t she thinks that children are fragile and have feelings?!

It was the hand skill project. The students should cut various colours papers and wove them. With unskilled hands, Ra put too much glue and the stuff ended like octopuses tentacles. Ra submitted the project proudly to the teacher and what the old lady did? She only took a glimpse on Ra’s project and RIGHT IN FRONT OF Ra’s eyes, at once, she threw Ra’s project to the TRASH CAN!!! How CRUEL WAS THAT?!!!

Till now, everytime Ra remembers the experiences, Ra just wants to burst into tears. Ra knows it’s silly, but Argh!!! Damn it! If one day, Ra has a child and the teacher treats her like Ra’s old teacher treated her, Ra will make the teacher feels sorry of being born! It’s a mommy tiger act!

And because that stupid experience, Ra hates sewing, waving, any activity that have similar move.

High School Troop, Anyone Remember?

Thursday, August 24th, 2006

  High_school_troop_1

Ada yang ingat dengan foto ini?

Coba cari? Ra ga ada kan?

Kenapa?

O…Ra dan Rini lagi bolos kuliah dan ngrumpi di pojok samping perpustakaan (Gedung yang jadi background foto).

Years In College Part 6: ‘The Devil’ and ‘Colonel Sanders’,

Monday, August 14th, 2006

Ada satu orang dosen, yang Ra yakin diingat oleh semua Mahasiswa Sastra Inggris UnPad 2001, The Devil (E.). Dosen yang satu ini memiliki bokong bahenol dan rambut bak Putri Sunsilk, The Devil sering sekali mengibas rambutnya saat di kelas, Ra kadang takut kalau-kalau leher dia keselo. Dulu rambutnya gondrong, tapi sekarang pendek. Peristiwa The Devil potong rambut cukup membuat heboh angkatan 2001. Dia mengajar Composition I. Sinisnya bukan main. Cara dia menatap orang seperti menatap serangga dan cara dia menggerakan bibir saat berbicara..wih..bikin gregetan pingin nabok! Entah kenapa mungkin karena Ra juga orang yang sinis, jadi kalo dengar dia ngomong bawaannya pingin ketawa. Pernah dia membubuhkan komentarnya di kertas karangan Ra, "Kamu tidak perlu menulis karangan sepanjang ini, Kamu bukan dalang." Dikomentari seperti itu, Ra langsung tertawa terbahak-bahak. Lain lagi dengan penjelasan dia atas ‘Ghost’ dan ‘Devil’. Katanya, "Ghost itu apa? Itu loh yang putih-putih kaya Casper. Ih, dasar mahasiswa miskin ga pada bisa jawab, pada lemes, makannya mie instant melulu, sih" terus berlanjut, "kalo Devil apa?" belum sempat ada yang jawab, dia jawab sendiri, "Devil ya yang kaya saya itu. Alaaah…saya juga tahu pikiran-pikiran itu ada di kepala kalian." Saat itu Ra berharap punya kantong ajaib Doraemon yang bisa mengeluarkan pintu ajaib supaya Ra bisa tertawa sekencang-kecangnya.

Mukanya itu loh!!! Ngeliatnya aja udah pingin ngakak. Dosen yang satu ini sering banget ngaret, tapi pemberitaan dan datang pada detik-detik terakhir dan akhirnya jam pulang tergeser.

Lain lagi dengan dosen Grammar III dan IV. Dia paling tidak suka dipanggil setengah nama, yaitu Juhe. Kuliah dia sangat membosankan. Ra dan gank biasa paper chatting saat kuliah dia. Kalau Meong bawa komik, ya baca komik. Kuliah dia ini sebenarnya seperti mengisi sendiri buku kuliah. Tapi dia mengulang-ngulang tanpa ada perkembangan dari buku itu sendiri. Pokoknya kalo kuliah dia sama dengan menghitung bangku, "Giliran keberapa gw maju?" Di mata kuliah ini, Ra hampir selalu lapar meski mata kuliah yang satu ini setelah jam makan siang, soalnya wajah dosen ini mengingatkan Ra pada Coloner Sander, KFC.  Plus, entah kenapa kalo di mata kuliah ini, hidung Ra selalu mencium bebauan masakan, seringnya sih Dendeng Gepuk dan Mie Instant.

Dosen yang satu ini hanya mengijinkan mahasiswa mengenakan celana kain dan kemeja dan mahasiswi mengenakan rok kalau bisa berdandan. Katanya dia hanya menginginkan gender laki-laki dan perempuan, tidak ada yang setengah-setengah. Kuliah ini jadi seperti pesta kostum soalnya hanya di mata kuliah ini dapat terlihat cowok-cowok yang biasanya kucel kaya pemulung jadi rapi cling. Kadang para mahasiswa juga sengaja memain-mainkan kesempatan itu, mereka kadang sengaja tampil serapih dan seculun mungkin.

Gara-gara dosen yang satu ini nih…hampir setengah mahasiswa satu angkatan Sastra Inggris harus membatalkan satu mata kuliah gara-gara si Colonel Sanders ini ga mau pindahin jadwal dengan alasan bukan wewenang dia untuk menggeser-geser jadwal. Sebagai mahasiswa baru, mana tahu cara menggeser-geser jadwal dan kalo pun tahu…minta penggeseran jadwal ke Sinis…ngga deh…

To Be Continued…

1 TAHUN LEBIH RA LULUS!!!! Tips Bagi Yang Lagi Nyusun Skrips

Wednesday, August 9th, 2006

Sudah 1 tahun 2 hari Ra lulus!!!!

HIP HIP HURRAY!!!!

Tanggal 8 Agustus tahun lalu, Ra, Panic, dan Mr. Krapp dinyatakan lulus oleh Ketua Jurusan, Heartless Lady. Mereka merayakannya dengan makan mie di BSM karena menurut Ra mie adalah lambang panjang umur dan rejeki.

Ra dan Panic sepakat akan menjadikan tanggal 8 Agustus tanggal perayaan mereka terbebas dari Penjara Buku. Mereka harap Mr. Krapp juga berpikir demikian, tapi sayang dia sekarang justru bekerja di Penjara Buku. Someday kami akan merayakannya lagi dengan makan mie di BSM.

Woh! Ga nyangka banget…

Dulu nih, waktu Ra kecil, masih SD kelas 6, Ra sampe minta les bahasa Inggris private sendirian karena Ra takut spellingnya salah didengar orang dan mempermalukan diri sendiri. Eh…sekarang malah jadi Sarjana Sastra Inggris.

Bagi yang belum lulus..AYO SEMANGAT!!!

SKRIPSI itu hanya langkah awal dari hidup yang sebenarnya. Skripsi itu hanya sementara dan tidak ada yang sempurna jadi untuk apa dilama-lamain?

Ini nih tips supaya skripsi cepat kelar:

1) Baca tulisan skripsi kamu setiap hari, minimal 1 halaman. Pasti selalu ada ide yang Pop-Up, dengan begini skripsi kamu akan bertambah tebal setiap hari, meski hanya nambah 1 paragrap tiap hari, itu sudah lumayan.

2) Jangan menyerah dan takut bertemu dosen pembimbing, anggap saja kamu sedang memainkan game Takeshi Castle dan dia itu monster yang kamu harus lewati dan kamu pahami untuk kamu kalahkan.

3) Tentunya ada saat-saat jemu dan muak melihat tumpukan buku-buku skripsi, ini cara ampuh yang Ra lakukan waktu jaman skripsi dulu: Ra banting, gigit, pukul-pukul, atau injak-injak buku-buku itu. Bar-bar memang, tapi cukup berharga dan sangat melegakan. Coba lah!

4) Kalau sudah stress dan pikiran mentok, coba dengar lagu yang paling kamu sukai dan kalo bisa yang aga slow dan liriknya menenangkan. Rebahkan diri, pejamkan mata, atur nafas yang baik, dan dengarkan lagu itu sampai habis. Selesai lagu itu, coba dengarkan lagu yang menjadi soundtrack action movie, seperti Apollo 440 - Charlie’s Angels, Prodigy - Breathe/Smack My Bitch Up, atau Gwen Stefani - What You Waiting For, Madonna - Die Another Day, Raven - This is My Time, Garbage - Run Baby Run, Hillary Duff - Fly, Gavin Rossdale - Adrenaline, Korn - Cradle of Life, etc.

Semua kelelahan yang kalian kerjakan suatu hari akan terbayar dengan bentuk apapun.

Years In College Part 5: Foto Angkatan, ‘Panik’ n The Thief in Angkot, TaTu, n Competition

Wednesday, August 2nd, 2006

Hari pengambilan foto angkatan adalah hari di mana Ra semakin mengenal Onta (N.A.) karena Ra sebangku dengan dia di Bus Pedca. Ra ingat Ra mengenakan baju merah hadiah ulang tahun dari tante Ra dan bawahan hitam. Pulang dari Jonas, Ra ngobrol dengan Onta, ternyata mereka memiliki selera musik yang sama, The Cranberriess. Ra ingat Ra menyanyikan satu lagu The Cranberriess, sendiri, dengan PD-nya padahal belum tentu orang lain mau dengar dan ingat bahwa mereka baru kenal. Menurut Meong (M.K.), Ra diingat olehnya sebagai cewek jutek+judes yang nyeremin yang bawa cemilan banyak. Di bus, Tiang Listrik (A.A.) digosipkan ulang tahun akhirnya anak-anak berlomba-lomba minta ditraktir dia.

Peristiwa yang tidak akan Ra lupa dan mungkin juga Panik (P.S.) adalah perjalanan menuju pembelian jaket. Semester pertama, tubuh Ra yang terbiasa dengan temperatur panas, tidak tahan dengan temperatur Jatinangor yang lebih dingin dan membutuhkan pelindung. Karena di kota asal Ra tidak begitu dibutuhkan, Ra tidak memiliki banyak jaket, hanya 1. Akhirnya Ra memutuskan untuk membeli jaket setelah sebelumnya bertanya-tanya ke teman-teman asli Bandung "di mana tempat penjualan jaket yang bagus". Ra ditemani oleh Panik. Mereka naik angkot Gede Bage - Majalaya menuju Gede Bage. Ra duduk bersebelahan dengan Panik. Mereka ngobrol panjang-lebar, saling membuka diri. Ra menaruh tas ransel yang berbentuk kotaknya di pangkuan. Mungkin karena gerakan angkot, tas itu lama-kelamaan bergeser ke kanan. Terkadang Ra mengembalikan tasnya ke pangkuan sambil menengok ke penumpang di sebelah kanan Ra, seorang laki-laki yang memakai T-Shirt Hijau Telepong dan membawa sebuah tas ransel besar yang tampak tak berisi dan diletakkan di pangkuannya. Ra melihat resleting tas Ra sedikit terbuka, resleting itu memang agak keras, terkadang belum tertutup semua, tapi rasanya sudah mentok. Ra menutup rapat resleting itu dan kembali ngobrol dengan Panik.

Ra lama-kelamaan kesal karena tas Ra lagi-lagi bergeser ke samping kanan. Akhirnya Ra memindahkan tasnya ke bawah di antara kakinya, dengan posisi resleting tas menghadap ke Ra. Saat itu memang sedang panas-panasnya, apalagi angkot penuh sesak, Ra berkeringat dan menghapusnya dengan tissue. Ra reflek melihat ke tissue karena Ra takut bedak Ra luntur. Posisi tangan Ra saat itu di pangkuan Ra jadi otomatis Ra melihat ke bawah. Yang terlihat di mata Ra bukan saja rona cream lunturan bedak di tissue, tapi juga sesosok tangan kiri yang berusaha membuka resleting tas Ra. Ra berusaha tidak panik. Kemudian Ra melihat ke orang sebelah untuk memastikan di mana letak tangannya saat ini. Benar dugaan Ra, kedua tangannya tertutup oleh tas besarnya itu. Ra ingat dengan kata-kata teman Ra, Ibu Kucing (A.P.K), "Hati-hati kalau di angkot. Kalau kamu melihat orang dengan tas besar dan tampak kosong, perhatikan di mata kedua tangannya, itu bisa jadi tipu muslihat pencurian." Ra kembali melihat ke bawah dan tangan itu masih juga bekerja, sudah terbuka cukup besar untuk mengeluarkan dompet merah Ra. Akhirnya, "Hei! Kamu mau nyuri, ya?!!!"

Laki-laki itu melotot ke Ra. ‘Aku tidak takut!’ dalam hati Ra sambil membalas melotot dengan matanya yang sudah besar itu. Orang seangkot sudah memusatkan perhatian ke Ra dan pencuri itu. Ra ingat di depan Ra duduk seorang murid dari Pasukan Sikat WC. Dia langsung memasang tampang garang terhadap pencuri itu. Ibu-ibu gemuk yang duduk di sebelah si Sikat WC itu juga memasang wajah yang tak kalah garang sambil langsung  membekap erat-erat tasnya. Pencuri itu akhirnya turun. Ra tidak akan lupa wajahnya.

Selesai peristiwa itu, Ra kemudian menengok ke Panik berharap percakapan berlanjut. Yang Ra temui adalah wajah bengong Panik yang belakangan Ra tahu Panik kaget dan ga nyangka Ra bakal negur pencuri di angkot dan kemudian Ra bersikap biasa saja. "Kok bisa?!" tanya Panik. Menurut Ra, kalau properti seseorang diusik, seseorang itu wajar untuk mempertahankannya. Apalagi untuk situasi seperti di angkot itu, perhitungan Ra cukup tepat. Pencuri itu bisa turun dengan selamat sudah bagus. Ra pikir belum saatnya untuk mengeluarkan sisi sadis hanya untuk seorang pencuri seperti itu.

Akhirnya Ra beli jaket di BIP, di Dickens. Jaket hitam kulit sintetik yang ternyata digemari oleh Toa dan Panik. Jaket itu sekarang sudah rusak dan sudah di tangan Toa. Jaket itu hangat dan bisa menahan air lebih lama. Kalau sedang mengenakan jaket itu Ra merasa sangat nyaman dan aman, entah ya mungkin karena Ra juga merasa gagah dengan mengenakan jaket itu.

Entah sejak kapan, lama-kelamaan terbentuk Gank. Awalnya Ra sangat induvidu. Dodol dan Asem sempat membuat diagram untuk menentukan ada berapa Gank. Ra tergolong ‘mobile’. Ada gank ‘model’, Atomic Kitten, Spice Girls formula 1, Gamers, Genius, Penggembira, Jilbabers, etc. Sebenarnya Gank Ra tidak memiliki nama resmi, tapi Ra dan Toa pernah menyebutnya sebagai ‘TaTu’ bukan karena kita penggemar duo singers dari Rusia itu, tapi karena itu singkatan dari Tak Tahu Malu. Gank TaTu terdiri dari 4 orang yang aneh, kata orang-orang. Ra, orang yang judes, sadis, cantik, cukup pintar, rajin, individualis, boyish, dan punya banyak pikiran ekstrim. Toa, orang yang bisa dikatakan memiliki pikiran lurus-lurus saja, manis, kaya anak kecil, pengetahuan sempit, manja, pintar, memiliki desible suara yang tinggi, tipe anak baik-baik. Onta, orang yang individualis, sinis, kadang cuek banget, keras kepala, suka nyanyi dengan nada ga karuan, cukup pintar, angin-anginan. Meong, orang yang plin-plan, manja, lemah, malas, tapi baik hati banget. Ra dari Cirebon. Toa dari Pameumpeuk. Onta asli Jambi, lahir di Jakarta, besar di Bandung. Meong asli Jakarta yang mulai tinggal di Bandung. Intinya 4 orang ini hampir tidak memiliki kesamaan apapun kecuali rasa toleransi yang tinggiiiii banget. Banyak orang yang bertanya-tanya, "Kok bisa kamu tahan sama si anu?" "Kok si anu sama si itu bisa tahan ya?"

Nah di sini lah kuncinya. Kalau namanya berteman ya kita harus ‘welcome’ dengan si teman itu. Mau dia nonggeng-nonggeng kek bolos-bolos kek, yang penting kita sudah tanya kenapa alasannya dia melakukan hal itu dan mungkin mengingatkan dia. Kalau dia tetap suka dengan apa yang dia lakukan yang biarkan saja. Toh dia juga sudah dewasa, kita patut menghargai keputusan dia. Mereka ber-4 bukan berarti tidak pernah ada masalah. Tapi mereka tidak pernah mengalami masalah besar antar individu karena menurut mereka yang namanya teman ya berarti harus sayang yang namanya sayang ya tidak bermusuhan, tidak ada benci. Memang pasti ada hal-hal tertentu yang tidak disukai dari tiap-tiap individu terhadap individu yang lain. Pokoknya selama perilaku si teman itu tidak ‘menyerang’ dan ‘merugikan’ diri kita sendiri, ya tetap saja berteman dengan dia.

Entah sejak kapan pula, di dalam TaTu ada perlombaan besar-besaran nilai dengan cara yang fair tentunya, tanpa joki. Yang mendapat nilai paling besar boleh bersombong-sombong diri dan ditraktir oleh yang kalah. Jadi kalau ingin dapat makan gratis, ya harus mendapat nilai yang paling besar. Permainan ini lebih dimainkan oleh Ra dan Toa, seringnya di mata kuliah Composition karena hampir tiap minggu ada essay. Mereka seperti anak kecil. Toa sebenarnya lebih cerdas dari Ra, mungkin dia kurang gigih. Mereka kadang merayakan kemenangan di Kansas I atau di Doa Mande, kalau masih banyak duit.

Untuk urusan makan, ketiga orang yang lain menyerahkan pilihan pada Toa yang paling rewel untuk urusan makanan. Dia sebenarnya bisa makan di mana saja, asalkan berbahan dasar ayam dan masih berbentuk ayam, jadi kalo ayam siwir menurut dia tidak ‘afdol’ disebut ayam. Onta tidak bisa makan makanan yang pedas dan bersantan karena dia memiliki maag akut. Meong, dia sebenarnya jarang makan, paling makan kue, soalnya dia bukan anak kos dan di rumah selalu ditunggu masakan. Ra sendiri masuk apa saja asal tidak berbau kambing.

Dulu Ra dan Toa sempat gandrung dengan Ayam Bakar DK yang terletak di pinggir gang menuju kosan Ra. Murah dan enak, sayang sekarang sudah tidak ada. Hampir tiap pulang kuliah Ra makan di sana.

To Be Continued…

Dedicated to Children and Mothers as The War Victims (The Cranberries - Icicle Melts)

Wednesday, August 2nd, 2006

When, when will the icicle melt, the icicle, icicle.
And when, when will the picture show end, the picture show, picture show.
I should not have read the paper today,
Cause a child, child, child, child he was taken away.

There’s a place for the baby that died.
And there’s a time for the mother who cried.
And she will hold him in her arms sometime.
Cause nine months is too long, too long, too long.

How, how could you hurt a child, how could you hurt the child?
And now does this make you satisfied, satisfied, satisfied?
I don’t know what’s happening to people today.
When a child, child, child, child he was taken away.

There’s a place for the baby that died.
And there’s a time for the mother who cried.
And she will hold him in her arms sometime.
Cause nine months is too long, too long, too long.

There’s a place for the baby that died.
And there’s a time for the mother who cried.
And you will hold him in your arms sometime.
Cause nine months is too long, too long, too long. Too long…

(The Cranberries - Icicle Melts)

May they rest in peace.

Some people said that it is the circle of life. Some people said it is not fair.

Is it just a big game? Only God Knows Why.

Years In College Part 4: Perkenalan KRS, ‘Tag’, ‘Meg Ryan’, ‘Grizzly Bear’, ‘Bodse’, Tempat Makan di Kampus, Insiden Kue Putu Mayang, ‘Celana Tentara’

Wednesday, August 2nd, 2006

Awal kuliah banget, anak sastra Inggris Strata 1 angkatan 2001 disuruh berkumpul di Aula, Gedung B, Lantai 3, Ra tidak ingat kapan tanggalnya. Mereka diberi penjelelasan mengenai sistem yang ada di perkuliahan. Sistem yang sangat berbeda dengan sistem yang Ra kenal di SMU. Kalau di SMU atau SMP, murid-murid sangat dimanja, setiap ada pengumuman, sebagai murid tidak perlu lari-lari ke ruang jurusan atau Dekanat untuk memastikan kebenaran karena pengumuman itu sampai sendiri di hadapan si murid. Di kuliah…boro-boro, deh. Siapa yang malas ke kampus, akan tertinggal segalanya. Jadwal kuliah yang tidak tentu atau rumor mengenai quiz, UTS, UAS yang entah benar entah salah.

Lebih lanjut lagi, di SMU, kalau murid bolos dan terancam tidak naik, sang guru akan mengejar-kejar si murid untuk mengingatkan. Di kuliah…jangan harap! Yang ada juga si mahasiswa berlari-lari biar tidak ketangkap dan diomeli. Sebenarnya mudah saja kok, lakukan yang benar, ikuti aturan, si dosen juga akan senang mendengar dan memberi waktu pada mahasiswa itu. Yah pakai saja aturan Pancasila, lakukan kewajiban dulu, minta hak kemudian. Kalo kita dah ngejalanin kewajiban, tapi dosen belum memberi kita hak, nah itu adalah saat emas. Ra baru tahu terakhiran bahwa ternyata Ra, Toa, dan Panik sempat membuat cemas (Tag) A.J.A. setiap kali mereka masuk ke ruang jurusan karena mereka memang menjalankan taktik Pancasila. Di kuliah itu bisa dijadikan ajang latihan mental untuk kerja kelak, kesabaran terutama. Ra pernah menunggu lama-lama di Aula bersama anak-anak satu jurusan satu angkatan dan pulang dengan hasil nihil karena apa? Karena dosen wali Ra LUPA bahwa dia adalah dosen wali angkatan Ra. Menakjubkan! Karena baru mengenal kuliah, Ra sempat bengong beberapa detik saat mendengar ‘Meg Ryan’ (E.) mengatakan hal itu dengan tanpa perasaan bersalah. Dan gara-gara ‘Meg Ryan’ pula, Ra merasa kata "sweetheart", "honey", "darling", terdengar seperti, "yes, Stu?" "No, Stu". She’s unbelievable. Ra hanya berterima kasih kepadanya untuk satu hal, yaitu dia sudi meng-Acc KRS SAT Ra yang memuat 15 SKS karena Ra ingin segera lulus jadi mengambil kuliah ke atas.

Bicara mengenai SKS, Ra pertama kenal dari Tag. Hari itu Ra melihat sesosok laki-laki tinggi besar, berambut gondrong ikal dibuntut kuda dengan kunciran berwarna ungu, kulitnya putih, dia memakai kemeja warna orange, pakai topi pancing warna khaki, dan membawa tas ransel hitam. ‘Ih, mirip ‘Tag’ yang di Friends,’ dalam hati Ra. Tag kemudian dengan lancarnya menjelaskan sistem perkuliahan. Dia menganalogikan SKS dengan Tabungan. Awalnya Ra tidak begitu mengerti, namanya juga baru mengenal SKS, tapi setelah praktek baru deh ngeh kenapa dia menganalogikan dengan Tabungan.

Ra menganggap Tag keren plus dia terdengar sangat pintar, Ra sempat mengira dia bukan manusia. Tapi setiap Ra tanya mengenai dia ke senior-senior Ra, mereka memasang mimik aneh, ada yang ngeri, ada yang bengong, yah pokoknya hampir tidak ada yang mengekspresikan sesuatu yang positif. Katanya Tag galak banget. Katanya Tag kalo marah kaya setan (sebagai orang yang memiliki julukan ‘Nyai Basingah’ Ra merasa biasa saja mendengar yang satu ini). Katanya lagi Tag kalo memberi penjelasan membuat pusing saking pintarnya dan jangan coba-coba berpaling dari dia saat dia memberi penjelasan karena antara disindir dan kamu tidak akan bisa mengejar kembali apa yang sedang ia bicarakan. Hal-hal yang didengar dari senior ini lah yang membuat Ra menatap Tag dengan pandangan aneh campur ngeri karena merasa dia bukan manusia. Ra sempat menjuluki dia ‘Setan’ atau ‘Monster’. Setiap melihat rambut keritingnya, benak Ra langsung berkata, ‘Monster!!!’.

Lanjut ke mata kuliah TAL, Grizzly Bear yang ngajar, dijamin tidak akan mengantuk karena dia bersuara sangat keras. Hal-hal yang Ra ingat dari dia adalah dia bangga sekali dengan nama anaknya yang berarti ’suatu asal,’ dan saat UAS di keheningan konsentrasi mahasiswa yang sedang berjuang menjawab pertanyaan dengan baik dan benar, dia memainkan lagu The Police - Every Breathe You Take, dan sialnya itu lagu kesukaan Ra jadi konsentrasi Ra terpecah, yah Ra bersyukur masih mendapat nilai akhir ‘B’.

Entah kenapa Ra tiba-tiba ingat, dulu waktu sebelum Jamsas, suatu sore ada sejenis upacara pembukaan Jamsas. Mahasiswa di kelompokan. Kalo tidak salah Ra satu kelompok dengan Asem. Karena acara yang ternyata ngaret, maag Ra kumat. Ra jadi bener-bener bad mood (Asem akhirnya memberi tahu Ra setelah sudah dekat dengan Ra bahwa raut wajah Ra saat itu sangatlah menyeramkan). Esoknya, Ra diajak bolos acara sore itu oleh teman Ra yang selama ospek di Aula duduk bersebelahan dengan Ra, N.W (Usagi). Akhirnya mereka mengendap-endap ke asrama puteri dan tinggal di sana sampai acara bodoh itu selesai.

Ra ingat acara buka bersama di rumah A.N.H. aka Grace. Grace sangat dermawan. Seumur hidup Ra baru pertama kali ini melihat seorang ‘puteri’, almost perfect. Dia manis, pintar, kaya, badan bagus, etc, etc. Hal yang paling dikenal dari Grace adalah rambutnya yang menyentuh bokong dan keterlambatannya menghadiri kuliah. Keterlambatannya itu akhirnya memunculkan mitos: "Kalau Grace datang tepat waktu, berarti dosen tidak akan hadir." Dan mitos ini tidak sekedar mitos, sering terjadi. Kembali ke buka bersama 2001, Ra yang saat itu juga masih anak kosan, sangat bersyukur hadir di acara itu, dan semua anak kosan yang hadir di sana Ra rasa merasakan hal yang sama. Karena persediaan makanan jauh lebih banyak dari yang hadir, jatah untuk dibawa pulang jadi banyak dan membuat anak-anak kosan kurang gizi tersenyum bahagia.

Balik ke masalah kuliah, ada satu dosen umum, dia sudah tua, Pak Buaya atao Si Bodse. Dinamakan Pak Buaya karena salah satu namanya berarti Buaya dan kelakuannya memang seperti buaya darat, sedangkan dinamakan Bodse karena dia sering sekali maki dengan ‘Bodse’ (Bodoh sekali). Dia jago menggarink. Di kuliah ini mahasiswa dapat tidur, terutama kalau Bodse lagi malas berjalan-jalan ke belakang. Di mata kuliah Bodse ini, tidak boleh ada bangku yang terloncati. Kalau ada dan sampai terlihat Bodse, jurusan yang membiarkan hal itu akan dikeluarkan. Suatu peraturan yang sangat aneh dan tidak masuk akal. Mungkin karena dia memang Bodse. Jurusan Ra pernah dikeluarkan karena alasan ini. Untuk menghilangkan rasa bosan, Ra menatap Blue Prince. Tapi kalau Blue Prince tidak terlihat, Ra akan tidur.

Dulu sebelum kelompok Ra terbentuk, Ra selalu masuk kelas sendiri. Menurut Ra, dia memasuki kelas dengan sikap yang normal. Lain lagi dengan pendapat orang-orang, menurut Baca Cepat, "Muka lo toh, ampuuun, deh! Minta digeplak!" menurut Toa, "Muka lo tuh judes banget seperti berbicara "jangan sapa gw!"" menurut Dodol, "Buset, dah! Kaya mau makan orang!" dan komentar-komentar yang senada. Ra hanya membela dengan, "Lha? Memang gw harus bagaimana? Tersenyum-senyum? Dikira sok selebriti lagi?!"

Satu hal yang selalu menjadi pertanyaan Ra, kenapa mata kuliah Grammar yang sangat membosankan itu selalu ditaruh pada jam ke 3, alias setelah makan siang? Semua orang tahu itu adalah jam tidur. Perut kenyang dan matahari terik, eh ditambah pelajaran super membosankan! ZZZzzz…

Tempat makan di kampus waktu tahun pertama kuliah, Kansas 1 (yang dekat Dekanat), kansas 2 (dekat mushola). Kansas 1 tempat nongkrong paling nyaman karena bisa mengawasi dosen yang keluar masuk, melihat pengumuman, dan letaknya memang di jalur keluar-masuk orang. Menu yang biasa ada: Balado telor mata sapi, ayam crispy, sayur kangkung, sayur sawi, sayur cap-cay, tempe-tahu goreng, ayam bumbu rica-rica, ati-ampela bumbu, lotek, mie rebus, tumis terung, sayur lobak, sosis bumbu. Ra paling suka makan sayur lobak. Ra dan Toa biasa bertukar-tukar menu. Orang lain mungkin akan jijik dengan kelakuan mereka, tapi mereka cuek aja. Mereka percaya bahwa mereka sama-sama sehat. PD banget. Ra juga sering bertukar menu dengan BeBi, minum langsung dari sedotan atau gelas BeBi. Sehat-sehat aja, tuh.

Selain masakan, ada juga kue-kue. Ra suka sekali dengan kue sus dan kue putu mayang, itu loh yang ijo seger plus parutan kelapa di atas. Saking seringnya Ra beli kue putu mayang, Toa jadi penasaran. Ra inget banget, saat itu mereka berdua sedang duduk di Blue Stage. Putu mayang di tangan Ra tinggal gigitan terakhir. Mungkin rasa penasaran Toa sudah di ubun-ubun, akhirnya, "Ra, emang rasanya gimana, sih? Cobain dong." Tepat Toa mengucapkan ‘dong’, secepat kilat Ra menyuapkan potongan terakhir putu mayang itu ke mulut Ra, kemudian mengunyahnya dan tersenyum licik ke Toa. Wajah Toa langsung terkejut, mulutnya terbuka lebar, dan..hanya berjarak 2 detik, keluar lah teriakan mautnya. "IIIIIHH!!!! LO KOK JAHAT BANGEEEEET!!!!"

Tahun pertama, MaBa diwajibkan ikut mentoring. Menurut Ra itu kegiatan yang asik buat menghilangkan stress, girly banget. Tapi hal yang Ra ingat dari mentoring justru bukan dari inti dari mentoring itu. Ceritanya begini, saat mencari lokasi mentoring, Ra dan kelompok Ra berputar ke belakang Gedung C. ternyata di sana ada seorang cewek yang badannya 2 kali lipat dari Ra, cukup manis, dia mengenakan celana tentara. Entah kenapa Celana Tentara itu melihat Ra sedemikian rupa. Awalnya Ra pikir mungkin dia kesal karena Ra mengganggu ketenangannya (dia sedang berbicara dengan seseorang). Tapi kejadian-kejadian selanjutnya barulah menjelaskan kenapa dia memandang Ra sedemikian rupa.

Suatu hari, Ra bertemu lagi dengan Celana Tentara saat Ra sedang jalan sendirian turun kampus. Ada motor ojek yang membawa penumpang melewati Ra. Selewatnya motor itu, Ra merasa ada yang menatap Ra jadi Ra mendongakkan kepala Ra. Ternyata Celana Tentara membalikkan tubuhnya, nyaris 180 derajat dan menatap Ra terus-menerus, kemudian tersenyum. Ra tidak bereaksi apapun karena Ra merasa tidak kenal. Selanjutnya, Ra bertemu lagi atau ditemukan oleh Celana Tentara saat Ra sedang menunggu kuliah di gedung C lantai 3. Ra memang sedang duduk sendiri di bangku depan tangga. Tiba-tiba ada yang berlari-lari dari tangga dan muncul lah Celana Tentara. Sambil masih terengah-engah, dia berhenti di ujung tangga, pas di depan Ra, menatap Ra, tersenyum. Karena Ra yakin tidak ada orang selain Ra, Ra balas tersenyum. Hanya sekitar 2 detik Ra membalas senyum, Celana Tentara membalikkan badan dan mulai menuruni tangga. Kejadian-kejadian ini akhirnya membuat Ra ngeh bahwa dia sedang ditaksir sesama jenis. Ini adalah sesuatu hal yang baru bagi Ra.

Ra memang boyish sejak kecil dan selalu bersaing dengan laki-laki di sekitarnya. Tapi, Ra tidak pernah bersaing dengan mereka dalam hal memperebutkan perhatian perempuan. Ra sempat diwanti-wanti oleh kakak Ra sebelum Ra kuliah untuk mengubah sedikit perilaku agar tidak terlalu boyish sebab Ra akan diincar, Ra dulu tidak perduli dengan kata-kata kakaknya itu. Setelah kejadian di depan tangga itu, Ra baru ngerti. Karena Ra pikir si Celana Tentara ingin menjadikan Ra sebagai lelakinya, Ra mengubah penampilannya plus didukung dengan kaki Ra yang keseleo jadilah ‘Puteri Solo’. Ternyata di dunia Lesbian, tidak hanya ‘lelaki’ dan ‘perempuan’ tapi juga ada daerah ‘abu-abu’ dan ini yang Ra tidak tahu. Setelah hampir satu semester menjadi feminin dan merasa cukup nyaman, Ra bertemu lagi dengan Celana Tentara di tangga depan gedung C. Ra kebetulan habis tertawa-tawa dengan Toa dan masih ada sisa di muka Ra, Celana Tentara melihat Ra dan dia tersenyum lebar. Ternyata Celana Tentara meletakkan Ra di daerah ‘abu-abu’ jadi tidak ada gunanya Ra merubah penampilan. Berhubung kaki Ra juga sudah sembuh, ya sudah kembali ke asal, kembali mengenakan celana panjang dan melangkah selebar yang Ra mau.

Latar belakang kenapa Ra berjalan dengan langkah lebar dan cepat adalah Ra penggemar tokoh Bima dari Pandawa Lima. Ra dibesarkan dengan cerita-cerita pewayangan karena itu pula nama Ra diambil dari tokoh pewayangan. Tokoh Bima digambarkan sebagai sosok yang tinggi besar, tampan, sikapnya agak kasar, jarang berbicara, bicara kalau memang diperlukan, sakti, bertenaga seperti 10 gajah dewasa (kalo ga salah), dan memiliki langkah yang panjang. Digambarkan pula bahwa jika dia berjalan bagaikan terbang saking cepatnya. Entah karena gambarnya bagus sedemikian rupa pokoknya sejak membaca komik Mahabarata itulah langkah Ra jadi lebar-lebar dan Ra selalu menatap iri pada orang-orang yang memiliki kaki panjang. Banyak orang bilang jalan Ra kaya laki-laki, kaya mo nagih hutang, gagah, tapi yang paling Ra suka adalah ungkapan, ‘kebelet pipis’.

To Be Continued…