Archive for July, 2006

Years In College Part 3: Pre-Gates, Pengukuhan Sastra, ‘Blue Prince’, Dodol, Asem & D6

Monday, July 31st, 2006

Saat Pre-gates, Ra ingat Ra berlari ke sana - ke mari untuk memenangkan perlombaan. Menjawab quiz tebak kata dalam sekian detik. Menerka lagu yang liriknya diacak kemudian disuruh menyanyikan plus gerakan yang ada di Video Clip (kelompok Ra dapet lagunya Spice Girls - (Lupa judulnya)). Satu hal yang paling Ra ingat adalah saat mendeskripsikan film tanpa kata-kata. Sialnya Ra mendapatkan "The Patriot". Ra cuma ingat dua adegan dalam film itu yaitu antara Mel Gibson membunuh musuhnya dengan kapak dan Mel Gibson mengibarkan bendera dengan semangatnya. Ra tadinya ingin memperagakan Mel Gibson membunuh dengan kapak, tapi Ra pikir itu bukan saatnya untuk menunjukan sisi psychopath Ra (dan ternyata untuk menujukkan sisi psychopath Ra memang tidak memerlukan gerakan itu, semua orang sudah mengetahuinya dengan instinct bertahan mereka, ha3x), akhirnya Ra memperagakan Mel Gibson mengibarkan bendera. Ra sukses terlihat seperti orang gila dan tidak ada yang bisa menebak. Akhirnya team Ra kalah.

Tanggal 5 September 2001, saat kuliah Grammar I, tiba-tiba ada pengumuman bahwa usai jam kuliah disuruh kumpul di PSBJ. Akhirnya Ra terduduk di depan PSBJ memegang sebungkus mie dari panitia Jamsas dan duduk bersebelahan dengan (Panic) P.S., seorang perempuan Jawa yang belakangan Ra tahu ternyata dia emang selalu meledak-ledak dan panik. Ra yang saat itu lagi diare dan berusaha mati-matian menahan agar tidak ada kebocoran, hanya menatap kesal ke bungkus mie yang Ra takut tidak hiegenis dan sibuk berdoa agar acara itu segera selesai. Tiba-tiba ada suara, "Kalau tidak mau, untuk aku saja, taruh aja di sini." Ra menengok ke arah suara itu yang ternyata dimiliki oleh seorang anak laki-laki kurus, berkulit putih, berwajah mungil tampan, berkaca mata, bermata sayu warna cokelat, berhidung mungil, dan berambut lurus. Dia duduk dengan santainya tanpa takut celananya kotor (saat itu Ra pakai celana jeans putih). Dia mengenakan sweater biru langit dan celana jeans biru tua. Sejak itu dan 2 tahun ke depan, mata Ra tak lepas dari sosok yang satu itu.

Ternyata mereka disuruh kumpul untuk pengukuhan sebagai mahasiswa Sastra. Suatu kegiatan yang menyebalkan. Anak-anak MaBa itu dijejalkan di dalam ruangan. Mereka disuruh membentuk lingkaran di mana yang perempuan di dalam dan yang laki-laki di luar. Mereka harus menggandeng dengan gandengan teko erat-erat sebab senior-senior bodoh yang menurut Ra bertingkah seperti anjing-anjing gila berusaha menerjang-terjang. Ra saat itu hanya sibuk bertahan dengan perut Ra sendiri agar tidak terjadi kebocoran diare. Akhirnya acara selesai dan masing-masing MaBa mendapatkan scarf warna biru langit.

Ra hanya bertemu H.I., anak laki-laki bersweater biru di PSBJ, saat kuliah bersama. Setiap ada kesempatan Ra menatapnya. Dia sering sekali tidur di kelas. Akhirnya setelah beberapa kesempatan, Ra menjadi lebih dekat dengan dia, yang Ra namakan, "Blue Prince". Setiap melihat Blue Prince, Ra merasa seperti boneka yang di-charge terlalu lama hingga rusak. Ra tidak dapat berhenti tersenyum dan kadang Ra melompat-lompat kecil seperti anak kecil mendapat mainan baru.

Blue Prince ternyata fans berat Suede. Ra memang suka Suede tapi sebenarnya Ra lebih cenderung menyukai keyboardistnya, Neil Codling. Selama kenal Blue Prince, mereka hanya sampai makan bareng untuk merayakan Ulang Tahun Blue Prince, ngobrol di balkon, Blue Prince mencium tangan Ra, berangkat ke kampus bareng 1 kali, dan turun bareng dari kampus, entah berapa kali. Pernah suatu kali Ra sedang tidak ingin memberi dia perhatian hanya menyapa dia yang sedang duduk di lorong dan melangkah terus, Blue Prince mengangkat tangannya dan meraih tangan Ra dan menahan Ra, "temani aku," katanya.

Kalau Ra sedang berbahagia karena bertemu Blue Prince itu membawa suka dan duka pada Dodol, Y.B., "kakak" Ra dari D-6. Kenapa? Karena Dodol senang melihat Ra tersenyum, tidak berwajah sangar, membuat Ra tidak menakutkan katanya tapi Dodol juga berduka pada dirinya sendiri karena kegembiraan Ra yang meluap-luap kadang membuat Ra melampiaskannya ke Dodol dengan cara menggeplak tangan Dodol atau meremas tangan Dodol.

Cerita tentang Dodol, Ra kenal Dodol pertama kali saat kuliah bareng MKI I kalau tidak salah ingat. Dodol sudah datang terlebih dulu. Ra melihat bangku yang kosong dan dekat dengan lorong adalah di samping Dodol, akhirnya Ra duduk di sebelah Dodol (alasan Ra hampir selalu duduk di dekat lorong adalah agar Ra mudah keluar kalau ingin ke toilet dan tidak usah menginjak kaki orang). Dodol duduk pas di samping lorong. Ra yang ingin melihat ke Blue Prince dan terhalang Dodol akhirnya harus maju-maju sedikit. Dodol yang mungkin bosan dengan kuliah jadi penasaran apa yang Ra lakukan. Dodol mengikuti arah mata Ra dan nyeletuk, "Kamu ngeliatin anak yang pake kacamata itu? Itu anak Arab."

Ra sempet tengsin, tapi Ra pikir ‘What the heck lah!’. "Kamu kenal?" tanya Ra. Akhirnya Dodol menjelaskan bahwa Blue Prince suka main ke asramanya, D-6 karena di asramanya juga ada anak Sastra Arab. Sejak itu Ra suka main ke asrama D-6, selain tempat itu memang nyaman banget untuk tidur siang. Ra juga sebagai ‘adik’ harus membangunkan mereka di pagi hari agar tidak terlambat atau bolos kuliah. Hari itu juga bubaran mata kuliah MKI I, Blue Prince yang berjalan menuju di lorong menuju keluar aula dipanggil Dodol dan memperkenalkan ke Ra yang saat itu tidak menduga sama sekali bahwa Dodol akan seinisiatif itu, suatu keinisiatifan yang patut diterimakasihkan. Sayang, Blue Prince ternyata sudah memilih Princess.

Di D-6 itu ada Asem (I.S.), Dodol (Y.B.), Bali (A.), Garink (R.), Gigi Putih (H.S.-Anak Arab) dan Jam Weker Berjalan (I.). Asem juga satu jurusan dengan Ra. Sebenarnya Ra pertama kenal sama dia bukan saat di kelas, melainkan saat Ospek Universitas, saat masih mengenakan seragam biru-abu-abu. Asem bertanya sesuatu pada Ra saat itu, tapi dia emang lagi apes mungkin, Ra sedang merasa bosan dan kesal dan merasa tidak kenal dia, jadi Ra tatap sinis dia dan menjawab, "tidak tahu." Setelah kenal lebih dekat Asem baru deh cerita betapa sadis muka Ra saat itu.

Ra ingat, suatu sore, Ra dan Toa yang ga ada kerjaan, iseng datang ke asrama D-6 untuk pertama kalinya. Asem merasa panik dan tidak memperbolehkan Ra dan Toa masuk. Berantakan katanya. Ra bilang Ra punya kakak laki-laki jadi Ra merasa biasa saja dengan keberantakannya. Setelah merapihkan ala kadarnya, Asem memperbolehkan Ra dan Toa masuk. Tapi saat Ra menuju pintu ke halaman belakang, Asem kembali panik. Rupanya ada jemuran kolor warna-warni. Asem tersipu-sipu malu. Lucu sekali. Setelah kenal lebih lama…anak-anak D-6 sudah tidak perduli lagi apakah asrama sedang berantakan, di halaman belakang ada jemuran kolor, atau di kamar mandi ada rendaman pakaian kotor. Kedekatan Ra dengan Dodol ternyata sempat merebakkan rumour bahwa ada sesuatu di antara mereka dan Ra baru dengar hal itu saat semester 7 dan hanya merasa jengah. Lemot banget, ya?

Ra kadang menginap di D-6 kalau ada acara band di kampus. Tentunya Ra menguasai salah satu kamar dan itu artinya penghuni kamar sebenarnya akan mengungsi di kamar yang lain dan berjejalan. Ha3x…

Ra dan Toa pernah menghabiskan waktu istirahat siang di D-6 dengan memainkan Play Station game Soccer. Tentunya mereka tidak bermain dengan sungguh-sungguh, tapi mereka mendalaminya dengan baik dengan teriakan-teriakan histeris mereka. Ra, Toa, dan (Hey Ya Outkast) Y.S. juga pernah menghabiskan jam istirahat siang di D-6 dengan main monopoli dan ular tangga.

Mengenai anak-anak D-6, Bali dan Garink satu fakultas. Bali itu orang Bali, mirip lah ama Bujana. Dia orangnya kalem, item manis, kecil, dan baik hati. Kalau Garink, dia orang Jawa Tengah, tinggi, mukanya loncong, ngomongnya agak cadel, rambut ikal seperti Ra, rajin masak dan bersih-bersih, dan rajin pula menggarink, biasanya tebak-tebakan. Masakan andalan Garink, Cap Cay dan Mie Goreng Telor yang dibentuk seperti Pizza. Kalau lagi bokek dan malas ke tempat makan, Ra dengan senang hati memakan menu itu. Gigi Putih kalau tidak salah satu daerah dengan Dodol, giginya putih banget meski dia merokok, rambutnya kriting dan punya senyum manis. Asem juga satu daerah denagn Garink. Asem selalu mengumpat dengan ungkapan ‘Asem!’ kalo lagi sebel, kecele, atau yang mirip-mirip. Salah satu kalimat fave dia: "… Aku padamu…" Asem orangnya item manis, kecil, rambut lurus, murah senyum, dan baik hati banget. Jam Weker Berjalan dijuluki begitu karena dia memang seperti jam weker berjalan. Setiap ada adzhan subuh, dia akan mengetok kamar yang lain untuk bangun. Orangnya putih, tampan, dan senyumnya manis.

To Be Continued…

Years In College Part 2: Kosan & Ritual Ra, Lumpia Basah, ‘Puteri Solo’ & Meteor Garden

Monday, July 31st, 2006

Ra sayang banget dengan kosannya. Sebelum berangkat ke kampus pasti dia memastikan kamarnya rapih. Katanya kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kampus, apakah dosen-dosen akan menjadi robot atau sedang menjadi manusia. Jadi kalau pun pulang dengan suasana hati kusut, suasana hati tidak akan tambah kusut kalau melihat kamar rapi-jali. Ra pernah gelisah banget karena bangun aga kesiangan dan tidak sempat menyapu dan memang hari itu jadwalnya ngepel, ternyata kelakuan Ra ini ditangkap oleh Toa yang baru beberapa tahun kemudian mengungkapkan bahwa itu adalah suatu keanehan.

Terkadang Ra membeli makanan terlebih dulu dalam perjalanan ke kosan, tapi kalau sedang malas atau karena di kampus sudah makan dia akan langsung pulang. Biasanya begitu sampai, Ra akan mencuci kaki dan membersihkan wajah. Kemudian menghempaskan tubuh ke kasur yang disusul dengan penyesalan karena hempasan itu membuatnya pusing. Atau terkadang dia akan menyeret tubuhnya ke kasur dengan gerakan yang sangat malas. Hal ini terjadi biasanya kalau hari sedang panas. Karena semester-semester awal beban kuliah masih sangat sedikit..jadi tiap pulang kuliah berkisar jam 13.00 - 15.00, Ra bobok siang.

Terkadang Ra melakukan ritual minum susu atau minum Nutri Sari. Ra suka membuat susu dengan air yang sangat panas lalu didiamkan di jendela hingga dingin dan ada kepala susu, mengingatkan pada Almarhum Papinya yang suka sekali dengan kepala susu. Bicara mengenai Nutri Sari, Ra dan BeBi pernah minum Nutri Sari sambil menatap bulan purnama di tempat jemuran lantai 2 kosan Ra. Mereka seperti dua anak kecil saja.

Ra sering tidur siang. Kalo ngga tidur siang, ya..mungkin ke tempat penyewaan buku atau video. Semester pertama mata kuliah masih ringan banget jadi Ra masih punya banyak waktu. Kalau sedang hujan, ya sudah pasti Ra akan berhibernasi, soalnya sudah pasti akan mati lampu. Daripada merusak komputer, mendingan Ra bobok. Ra juga punya ritual makan ice cream minimal seminggu sekali.

Kosan Ra meriah. Tiap-tiap individu memiliki selera musik masing-masing yang nyaris tidak ada yang sama. Tetangga depan serong kiri Ra suka Mariah Carey, M2M, Celine Dion. Tetangga depan Ra banget dan tetangga depan serong kanan Ra suka sama Pink. Tetangga depan Ra serong kanan serong lagi ke kanan suka sama The Cure. Tetangga samping tangga suka sama Korn, etc. Sampingnya lagi suka Nasyid. Kalo tetangga yang di atas ada yang suka dangdut, house music, hip-hop, R&B, sampai lagu-lagu pujian.

Kosan Ra baru sepi dari suara-suara saat jam 02.00 pagi. Sebelum jam segitu, masih ada yang mainan gitar, mainan PC game, ngerumpi, main kartu, bernyanyi sumbang, atau bernyanyi acapella. Kalau Ra sedang begadang mengerjakan tugas, Ra sangat berterima kasih dengan keributan semua itu yang senantiasa membuat Ra terjaga.

Dulu Ra antisosial dan sangat individualis, mungkin ada anak kosan yang penasaran apa yang Ra lakuin aja, jadi dia selalu baca kertas pesan yang Ra tempel di depan pintu kamar, kadang-kadang dia menorehkan komentar. Lucu, Ra suka membacanya kalo pulang kampus.

Karena bentuk kosan Ra tidak membendung angin, pagi hari sangat dingin. Membuka mata sih mungkin sudah dari jam 5, tapi benar-benar beranjak dari kasur dan selimut mungkin 1 jam kemudian. Itu pun kalau berguling bisa dikatakan beranjak dari kasur, ya.

Karena medan Jatinangor yang tidak menguntungkan, antena Ra sulit menerima sinyal plus angin sering merubah arah antena. Jadi Ra sering manjat ke atap. Dan Ra menjadi lebih sering manjat atap setelah melihat lewat atap bahwa kosan sebelah lantai 2 ternyata dihuni cowok-cowok ganteng. Sinyal yang mampir di antena Ra bagus hanya jam 23 ke atas.

Kegiatan pertama Ra saat bangun tidur adalah berguling ke kiri karena di situlah letak komputer. Kemudian menyetel winamp dan bersiap ke kampus. Percaya atau tidak, semester awal hampir tiap pagi Ra tidak mandi karena menurutnya toh sore juga dia mandi dan dia tidak mengotori badannya saat tidur jadi dia merasa orang tidak akan keberatan. Jadi kalau orang yang pernah dekat-dekat dengan Ra waktu semester awal coba artikan begini: kalau Ra tercium wangi artinya dia tidak mandi karena dia memakai cologne, tapi kalau Ra tidak wangi (tapi tidak berbau!) artinya Ra mandi. Karena kelakuan Ra yang begini ini lah akhirnya Onta mengeluarkan statement "Kalau Ra mandi, berarti dosen tidak akan datang."

Ra sempat memelihara bunga krisan warna putih dan kuning, tiap-tiap bunga yang mekar itu diberi nama kecengan Ra, ritual memelihara bunga dan menamakannya itu juga dilakukan Toa. Tapi…mungkin Ra tidak berbakat akhirnya mati deh. Ada peristiwa lucu dengan bunga itu, tiap pagi Ra selalu menyiram bunga itu, kosan Ra biasa dilewati oleh orang dan dari pintu gerbang orang yang lewat bisa melihat kegiatan Ra menyiram bunga dengan mudah. Suatu hari ada 3 cowok yang sengaja berhenti dan melihat Ra menyiram bunga dan bilang, "wah…teteh manis sekali…" (Haaah?!!! Yang boneng aja?)

Ra sempat kecanduan Lumpia Basah. Hampir tiap hari beli lumpiah basah, bahkan 2 bungkus sekaligus. Ra senang ditemani Lumpia Basah saat melakukan apa saja, kecuali di kamar mandi. Dari baca buku, nonton film, sampe nulis. Ra juga sempat kecanduan Briko. Ra sanggup makan Briko ukuran besar sebungkus sehari, suatu hal yang membuat Toa tercengang dan akhirnya menyebut Ra "Monster". Ra juga sempat kecanduan dengan Cap Cay hampir tiap malam Ra membeli Cap Cay untuk jadi teman melek sambil belajar. Pernah suatu malam, jam 23.30an, Ra minta ditemenin oleh temen kosan untuk beli Cap Cay karena entah kenapa Ra tiba-tiba ingiiiiin sekali makan Cap Cay. Nafsu makan Ra sempat membludak hingga berat badan Ra mencapai 52 kg. Pipi, paha, dan perut Ra menjadi Ndut. Akhirnya Ra melakukan diet. Ra juga melakukan sit-up 300x/hari walau hanya bertahan sekitar 2 bulan. Akhirnya Ra ganti dengan senam-senam sendiri di kamar.

Kegiatan nyemil ini Ra dapatkan dari sahabat Ra, Ibu Kucing dan Wise Daughter. Waktu persiapan UMPTN, Ra tinggal di rumah Oma-nya Ibu Kucing di daerah Turangga. Dua sahabat Ra ini, terutama Wise Daughter, hobby banget ngemil, plus letak rumah Oma memang dekat dengan supermarket. Jadi setiap stock snack habis, mereka pergi ke supermarket dan belanja. Namanya juga cewek, dikumpulin ya ngobrol. Ngeliat dua sahabatnya ngemil ya, Ra ikutan, jadi deh kebiasaan.

Kesukaan Ra terhadap Lumpia Basah juga Ra dapatkan dari Ibu Kucing, yang suatu hari datang membawa Lumpia Basah. Awalnya Ra menatap jijik soalnya Lumpia Basah kan ada yang kaya lendir-lendir gitu loh. Tapi setelah satu suapan…ENAAAAK!!!

Ra sempat mengalami kecelakaan kecil. Kaki Ra keceklak dan akhirnya keseleo. Mata kaki kanan Ra bengkak dan akhirnya ga bisa jalan normal beberapa minggu. Karena menurut Ra kalau berjalan pelan dengan mengenakan celana akan tampak aneh jadi Ra memutuskan untuk memakai rok saja. Dengan langkah yang menyakitkan, Ra terpaksa melangkah sangat pelan dan muncul lah ungkapan ‘Puteri Solo’ dan beberapa orang malah menangkap itu anggun. Ironis.

Karena pakaian Ra dicucisetrikakan oleh bibi jadi supaya tidak bentrok dan tidak memakai baju yang itu-itu saja, akhirnya Ra membuat jadwal baju. Hal ini juga diungkapkan oleh teman-teman Ra sebagai perilaku yang aneh.

Mengenai bibi cuci, ada cerita dodol nih…bibi cuci mengantarkan pakaian kadang pagi kadang sore. Ibu selalu mengetok pintu. Suatu pagi, ada yang mengetok pintu, dan karena orang yang mengetok pintu kamar Ra sepagi itu cuma Ibu Cuci sesuai catatan Ra, jadi Ra membuka pintu dengan hanya mengenakan apa yang Ra kenakan saat itu, yaitu celana pendek yang digunting paksa, jadi benangnya ada yang menjulur-julur, dan kaos dalam. Ra juga benar-benar baru bangun tidur, ga ngaca dulu, ga beresin rambut (boro-boro), apalagi buang belek, dan ga pake kacamata. Begitu buka pintu…’loh…ngapain si ibu duduk segala? Biasanya kan berdiri di depan pintu? Trus kok duduknya mentang gitu? ….?!!!!’ Ra reflek langsung membanting pintu keras-keras. Ternyata yang mengetok tadi si Jay Uz. Ra baru membuka pintu lagi setelah mengenakan jubah tidur.

Semester awal bertepatan dengan nge-hitnya Meteor Garden yang sangat digemari oleh Toa yang akhirnya menyewa Meteor Garden dan menonton di kosan Ra. Satu hal yang tidak akan terlupakan, saat adegan Hua Ce Lei kembali muncul setelah kepergiannya ke Jepang berputar di VCD player Ra, bertepatan dengan berdetaknya jam Ra 02.00 pagi dan bertepatan pula Toa berteriak histeris. Ra yang belum begitu mengenal Toa semester tersebut tidak sanggup komentar apa-apa karena telinganya keburu pekak dan hanya bisa berdoa agar tidak ada tetangganya yang terbangun dan menggedor kamarnya. Kehebatan suara Toa inilah yang menyebabkan dia memiliki nama panggilan ‘Toa’.

To Be Continued

Years In College Part 1: Pengumuman UMPTN, Penerimaan Mahasiswa Baru, Awal di Kosan, “Bob Saget”, Ospek, Bebi, Jay Uz, Meong, Toa, Onta, & Bus Kuning

Thursday, July 27th, 2006

Saat malam pengumuman UMPTN, Ra berkumpul bersama kakak Ra dan sepupu Ra di rumah Om Ra di Bandung. Awalnya mereka berusaha mencari tahu lewat internet, tapi maklum jaman dulu masih lemot line-nya, jadi mereka akhirnya meninggalkan warnet dengan tanpa hasil.

Mereka akhirnya datang ke kantor P.R. yang ternyata sudah diserbu duluan oleh orang-orang yang berpikiran sama. Dengan diterangi lampu jalan yang berwarna kuning, malam itu banyak orang yang nonggeng di sana dan di situ menatap lekat-lekat lembaran koran, mencari nama mereka di lembaran besar itu.

Ra menemukan nama Ra yang bersebelahan dengan nomor yang nomor pilihan Sastra Inggris. Ra tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Sebab…Ra dulu ingin sekali masuk HI karena Ra dulu ingin sekali jadi Duta Besar (walau ditentang oleh teman-teman Ra karena mereka tidak ingin tanah air tercinta ini berperang dengan negara lain, jangan heran atas pendapat ini, dulu Ra tipe orang yang kalau berbicara sama seperti menabuh genderang perang). Plus Ra tidak menemukan nama-nama teman-teman IPS2 ada di daftar itu…

Yah karena kuliah di Univ. Negeri lebih murah jadi ‘ya sudah, jalanin saja sebaiknya,’ pikir Ra merasa terdampar. Untungnya, Ra emang suka banget baca buku jadi ya…bagi Ra kuliah di Sastra Inggris seperti menjalankan hobby.

Sesuatu yang aneh terjadi, yaitu tepat tanggal 13 July, Ra menginap di kosan kakak Ra karena esoknya akan ditemani oleh Calon Ipar yang sudah lebih dulu Kuliah di UnPad. Ra ingat banget Ra membawa sepatu hitam manis merk MLB dengan bordir White Sox. Ra suka banget dengan sepatu itu selain karena peninggalan dari almarhum Papi, sepatu itu juga nyaman banget dan androgyn. Pagi hari tanggal 13, Ra sedang siap-siap mau berangkat untuk pendaftaran ulang di DU. Ra mencari-cari sepatu hitam manis itu, kok…tidak ada… Ternyata dicuri. Yang anehnya, ternyata di kosan kakakku itu, tepat tanggal 13 itu telah dicuri 13 pasang sepatu! Nah Loh! Ritual apa lagi? Jadi aja, Ra pake sendal sepatu plus kaos kaki punya kakaknya.

Waktu pendaftaran Gemasi, Ra ditanya oleh senior Ra, (Sinis) T.H., salah satunya adalah "Kenapa kamu tertarik kuliah di Sastra Inggris Unpad?" Ra lama tidak menjawab karena di pikiran Ra berkelibat ‘Karena Sastra Inggris dapat memberikanku channel untuk menjadi Duta Besar’ tapi Ra merasa jawaban itu akan membuat Ra terlihat seperti orang sinting jadi Ra diam saja. Akhirnya senior Ra melanjutkan dengan pertanyaan "Apa kamu ingin mendapatkan cowok Sastra Inggris?" yang lucunya adalah saat Sinis menyatakan itu, semua senior Ra di ruangan itu menatap ke arah Ra dan seperti memasang kuping baik-baik. Mau tak mau, hal ini merangsang Ra untuk menyapukan matanya ke semua orang itu. ‘Tidak ada yang tampan!’ keluh hati Ra. "Tidak" ucap Ra datar dan Ra yakin air muka Ra saat itu pasti terlihat sangat belagu soalnya muka mereka tampak nyinyir setelah mendengar jawaban Ra. Akhirnya Ra menjawab karena Ra suka membaca dan menambah ilmu dan bahasa Inggris dapat membantu Ra meraup ilmu lebih banyak lagi.

Teman yang pertama kali Ra kenal adalah (Toa) I.W. dan Y.F. (H1) saat Pre-Gates, ga nyangka salah satu mereka bakalan jadi sahabat terdekat yang seperti kembaran Ra sendiri.

Saat ospek Universitas, mahasiswa baru dikumpulkan di Dipati Ukur lengkap dengan seragam smu dan pita berwarna sesuai dengan Fakultas masing-masing dan membawa "kursi goyang" (kertas manila berukuran 50cmx50cm). Kenapa disebut "kursi goyang"? Karena saking lamanya duduk dengan hanya dilapisi selembar kertas manila di atas lantai ato paving block ato jalan beraspal, kaki dan bokong akan kepegelan dan kesemutan yang akhirnya manusia yang yang duduk di atas kertas manisla itu akan bergerak-gerak untuk mencari posisi yang lebih nyaman, yang berdasarkan pengalaman Ra, ga ada ada posisi nyaman dengan duduk seperti itu.

Seinget Ra, saking lamanya duduk, Ra jadi bosen dan ngantuk abis.

Ada satu peristiwa lucu yang Ra ingat. Mahasiswa dari tiap Fakultas diambil satu untuk perwakilan dan diminta meneriakan Yell-Yell, tapi secara acak. Nah…tiba-tiba ada yang teriak, "HIDUP TERNAK!!!!" Langsung deh dikoreksi: "bukan ‘HIDUP TERNAK!’ tapi ‘HIDUP PETERNAKAN’" kata si pembawa acara. Dan ternyata yang meneriakan ‘hidup ternak’ itu adalah anak Fakultas Ekonomi. He3x…wajar sih..mungkin dia mikirnya kalo punya satu ternak…untungnya berapa…

Ra nge-kos di daerah depan gerbang kampus. Yah bolak-balik ke kampus-kosan lumayan untuk olahraga. Ra selalu berusaha berangkat pagi supaya Ra dapat berjalan pelan-pelan karena kalau jalan cepat-cepat, Ra gampang berkeringat. Ra tidak suka berkeringat di luar jam olahraga. Ra tidak pernah terbangun melewati jam 7.30 sebab sekitar jam 06.15-07.00 tukang kue datang dengan semangatnya dan berteriak "BACANG! BACAAAAANG!!!" sekeras-kerasnya dan membangunkan Ra (waktu masih awal tinggal di kosan, Ra sempet mengira teriakan-teriakan itu adalah teriakan orang yang menggerebek!)

Mengenai awal di kosan, saat perkenalan, ada anak kosan yang menyebutkan bahwa mereka ada ritual ‘ospek kosan’. Saat mendengar itu, reaksi Ra cuma menatap dan, "Hm..jadi gini, ya..Gw paling ga bisa toleransi kalo lagi tidur dibangunin untuk alasan yang ga urgent," dengan nada seramah mungkin. Hasilnya, ospek ditiadakan…;p

Ra kemudian kenal dengan (Onta) N.A. karena hampir selalu duduk bersebelahan pada Comprehension I yang diajar oleh "Bob Saget" (B.B.S) yang tampan kalo hari Senin pagi dengan jenggot dan kemeja putih (Gara-gara ketampanannya UAS Comprehension I Ra gagal karena konsentrasi Ra terganggu dan Ra hanya meraih ‘B+’. Waktu awal-awal karena Ra excited, Ra kadang-kadang mengacungkan tangan dan maju ke depan papan tulis dan menjawab pertanyaan. Suatu kenekatan dan aksi ‘bertindak sebelum berpikir’ karena setelah di depan kelas Ra baru ingat bahwa Ra sebenarnya paling takut berada di depan kelas, maklum dulu pernah disetrap dan dibentak oleh guru waktu SD. Tapi…lama-lama ketagihan adrenaline juga. Memang sih Ra juga sudah bertekad bahwa Ra harus berubah saat menjadi mahasiswa.

Mungkin teman-teman sekelas ada yang tahu ada yang tidak, Bob Saget memang tidak pernah menegur dengan gamblang kalau ada yang bekerja sama saat ujian. Seingat Ra dia hanya pernah nyindir sekali, itu juga tidak pedas. Ra ingat Bob Saget hanya sibuk memencet-pencet tombol-tombol HP-nya. Karena dulu tersebar gosip bahwa Bob Saget sedang bertunangan, jadi Ra pikir mungkin dia sedang janjian makan siang dengan tunangannya. Ra baru mengetahui ternyata dia bukan mengetik SMS untuk tunangannya, melainkan dia mengetik nama dan absen anak yang bekerja sama saat ujian. Hal ini Ra ketahui, saat Ra maju ke depan untuk kuiz. Bob Saget tanya berapa nomor absen Ra setelah Ra kasih tahu, dia pencet-pencet tombol Hpnya. Uff…Ra bersyukur banget Ra ga kerja sama saat ujian.

Yang Ra ingat dari Bob Saget ini, dia punya maag yang cukup parah jadi dia selalu membawa makanan ke kelas, salah satunya buah melon. Suaranya sengau dan bikin ill-feel jadi banyak yang memilih untuk melihat saja, tidak mendengarnya. Dia itu tampan, tapi Dear Lord!!! Butuh penasihat fashion. Orangnya berkulit gelap, tapi dia sering mengenakan kemeja berwarna PINK! dan…KUNING!!! Plus…celana Baggy…dan ikat pinggang yang terlihat…Hiks!!! Mahasiswi-mahasiswi yang ngecengin dia selalu menatap dengan nyinyir kalau dia berpakaian seperti itu. Bahkan Ra dan gank Ra sempat membuat rencana untuk mengirim paket kaleng yang berisi kemeja putih dan celana pipa. Oh! satu lagi, dia sering mengenakan tas pinggang atau tas yang diikatkan di paha. Brrr..kalau yang make Angelina Jolie sih emang keren di Tomb Rider…tapi dia…

Hal yang menyenangkan dari Bob Saget ini adalah dia memperbolehkan mahasiswa/mahasiswinya berekspresi sebebasnya, kecuali pake bikini dan sendal jepit, ya. Tapi…dia akan mengeluarkan mahasiswa/mahasiswinya kalau mahasiswa/mahasiswi itu menjawab "tidak tahu" saat ditanya. Buah simalakama, kalau mahasiswa/mahasiswi itu menjawab dengan argument, Bob Saget akan terus menerjang dengan berbagai pertanyaan dan argument. Jadi, saat kuliah dia, sepertinya malaikat banyak yang sibuk mencatat doa-doa mahasiswa/mahasiswi yang berharap tidak tersentuh oleh Bob Saget.

Ra kenal dengan M.K. (Meong) karena suatu hari Ra duduk di depan Toa dan Meong yang baru pulang dari JamSas, suatu kegiatan Bodoh. Ra masih ingat mereka menceritakan pengalaman mereka di JamSas. Ra tidak ikut JamSas karena Ra tidak suka dibodohi (tahu kan tipe perpeloncoan yang tidak bermakna itu?) dan kebetulan Ra lagi diare karena perut Ra yang biasa dengan udara hangat kaget oleh udara dingin Jatinangor. Mendengar pengalaman mereka, Ra hanya berpikir, ‘Kenapa kalian bodoh sekali?’ Yang Ra ingat Ra mengeluarkan wajah sinis kepada mereka (pasti mereka saat itu kesal ya? Maaf…) Salah satu kisah mereka adalah:

Mereka di suruh merangkak ala militer dengan membawa piring dan gelas untuk mendapatkan makanan. (Apa maksudnya coba? Animalization?!). Dengan piring yang terkena debu dan tanah itulah mereka menerima makanan. Salah satu pelaku perpeloncoan itu kurang lebih mengatakan: "Habiskan! Kalian ingat itu hasil jerih payah keringat orang tua kalian!" (Ini adalah kebodohan yang tiada tara. Apa mereka tidak berpikir kalau misalnya ada kulit tergores dan di tanah itu ada kotoran kuda kek sapi kek, suntikan tetanus akan lebih mahal harganya dari sepiring nasi, dan memakan nasi kotor seperti itu dapat menyebabkan penyakit dan obatnya akan jauh lebih mahal dari sepiring nasi. Daaaaan…kalau mereka ingin menghargai jerih payah keringat orang tua, kenapa mereka mengambil duit yang tidak sedikit?)

Satu hal yang membuat Ra merasa mendingan saat mendengar adanya pemberontakan dan dihentikannya perpeloncoan itu. Welcome back, humanization era!

Ra kemudian kenal dengan H.S. (BeBi) dan L.R. (Jay uZ) yang disebabkan oleh dosen Ra yang teledor menaruh nilai-nilai dan akhirnya mencantumkan nilai-nilai dengan asal saja. Masa Ra dapat ‘D’?!!!! Korbannya adalah Ra, BeBi, Jay Uz, dan Onta. Akhirnya mereka berburu Beruang Grizzly (R.B.) dari mendatangi dia ke kantornya, ruangan Jurusan Sastra Inggris, sampai mengingatkan dia via telepon. Sebelum kenal dengan Beruang Grizzly mereka ketakutan karena dia memang bersuara keras dan berbicara dengan menggebu-gebu. Kadang Ra seperti melihat paw kalau dia menggerakkan tangan.

Sebelum menelpon dia, Ra, BeBi, Jay Uz, dan Baca Cepat hompimpah untuk menentukan orang sial yang mana yang menelpon. Ra sebenarnya urutan ke 2, tapi karena Onta, yang berada di urutan ke 1 tidak berhasil, ya akhirnya Ra yang menelepon. Entah bagaimana Ra berbicara saat ditelepon itu, yang pasti Jay uZ komentar "Ternyata kamu bisa lembut juga ya?"—> gara-gara hal ini Ra sampe tanya ke Kakak Ra, si B, "Mas, emang aku kalo ngomong gimana sih? Perasaan aku kalo ngomong biasa-biasa aja deh" dan Kakak Ra menatap adiknya dengan tatapan jengah lalu…"Satu-satunya orang yang bakal mengatakan lo kalo bicara biasa-biasa aja adalah Hitler."

Bicara tentang Jay uZ. Dia itu sebenarnya anak pintar, hanya saja malas bukan main. Dia pandai melukis, tapi ga bisa main gitar. Dia sudah seperti kakak bagi Ra, mungkin karena mereka sama-sama berlidah tajam. Beberapa orang ada yang menerka-terka bahwa Ra-Jay uZ pacaran. Wow!!! Itu tidak pernah terjadi! Just not her Type. He’s Javanese! Ra dan Jay uZ. sering berantem-beranteman kaya anak kecil. Kadang mereka bernyanyi-nyanyi ga karuan di kamar kosan Ra (kebetulan kosan Jay uZ dekat dengan kosan Ra). Mereka juga dulu sering makan bareng, tapi entah sejak kapan akhirnya mereka mulai tidak dekat lagi. Dari Jay Uz pula, Ra mengetahui seberapa parah image Ra di kalangan anak laki-laki, salah satunya A, si Malang, yang pernah mengeluarkan pernyataan, "kalo disuruh milih antara Ratih sama pistol, aku milih pistol" dan "kalo disuruh milih antara minum racun atau Ratih, aku milih minum racun." Wakakakak!!!! Waktu denger pernyataan ini dari mulut Jay Uz, Ra bengong beberapa detik kemudian ketawa sampe sakit perut. Wow…Ra ga nyadar dia seDasyat itu!

Lain halnya dengat BeBi. Pertama kali melihat dia, Ra langsung terpesona (suatu kata yang berlebihan sepertinya), ‘Lucu sekali dia!’. BeBi memiliki tubuh gempal, muka bundar, pipi chubby, rambut ikal pendek, dan senyum seperti anak laki-laki umur 6 tahun. Awalnya dia marah waktu Ra bilang bahwa dia lucu seperti anak kecil. Tapi lama kelamaan dia terima-terima saja. BeBi adalah teman setia untuk makan. Jam 4 sore pasti dia datang ke kosan Ra dan akhirnya makan malam bareng, bisanya di ‘Doa Mande’, rumah makan Padang fave Sastra Inggris UnPad 2001. Kalo ngeliat dia makan, dijamin ikut laper. BeBi lah yang mengajarkan Ra makan hanya dengan menggunakan tangan, tanpa sendok garpu. Awalnya berantakan dan BeBi pasti komentar, "payah, lo", tapi sekarang sudah ahli loh! Sehabis makan biasanya mereka jalan-jalan di sekitar Jatinangor. Kangennya ama BeBi!

Satu hal yang Ra ingat dari BeBi: "Orang Padang bukan orang Padang kalau mengaku tidak sukai Jengki ato Peti." Sebagai penggemar Jengki dan Peti, Ra ikut setuju, mungkin karena sering dituduh sebagai Orang Padang, meski Ra sama sekali tidak ada darah Sumatera.

Pernah suatu sore Ra, Toa, dan BeBi, nongkrong di Gapura Unpad seberang lapangan Bola Unpad, pokoknya sepanjang sore itu Ra ketawa melulu-saat itu Ra lagi capek fisik & batin-, sampai joke segarink apapun Ra ketawa. Toa dan BeBi curiga Ra mabuk karena minum Green Sand (padahal itu tanpa alkohol), meski sebenernya Ra yakin mereka lebih yakin bahwa Ra ketawa disebabkan memang Ra kadang kumat sintingnya.

Kembali ke pengejaran nilai, salah satu peristiwa yang sangat Ra ingat adalah, keisengan, Ra, Onta, dan Jay uZ. mengejar Bus Kuning UNPAD. Saat itu mereka masih ada di depan Asrama UNPAD dan bus kuning sedang melaju di depan FISIP. Akhirnya mereka berlari seperti kesetanan. Entah kenapa rasanya menyenangkan sekali saat akhirnya berhasil meraih Bus Kuning…biasanya kalo Bus Kuning aga kosong, anak laki-laki (Ra juga pernah nyobain) bermain "surfing" saat melewati kampus Psikologi, soalnya mesin Bus dimatikan dan Bus dibiarkan meluncur saja.Yeeeeha!!!

To Be Continued…

Drunk?Stress?Missing 2001 English UNPAD

Tuesday, July 25th, 2006

Ra is missing her collegian, Toa (her high pitch), Panic’s (her panick), Dya (his Mr. Krapp), Bebi (his cute little boy cheek and smile), Taufik and Ontaa (their cynic), Bang Izoel (his wisdom and kindness), Aul (her grace). Talking about Sandya, Ra really misses his Mr. Krapp, his oddness. Ra can say that he took quite big part for Ra’s graduation. He is the smartest boy in the class. He is kind of walking dictionary and encyclopedia. If you don’t bring dictionary, you can just ask Sandya. If you don’t understand something especially about art, you can just ask Sandya, he will explain it very well. Back to Ra’s graduation, to catch the thesis deadline, Ra and Panic, stayed one night in Sandya’s house, finishing the thesis. Sandya let Ra and Panic use his computers and the ink. They supported each other. They only slept about 1 hour. They also got the trial in the same day and tried to calm down each other. If Sandya were a girl, Ra might already hug her to show how thankful Ra is.

Ra remembered that Ra, Toa, Onta, Panic, and Sandya ate Rujak Buah by sitting on grass covered by newspapers, near College transport halte. They laughed and did silly thing, they said they’re doing relaxation, releasing crazy thought from Gerard Genette (Talking about Genette’s book, his book is a very amazingly powerful, though it is slim, because you just slam it once to cockroach, the animal will be dead at once! Trust this! Ra and Onta experienced this). Toa insisted to fit Ra with her KKN’s friend, but Ra kept saying "NO!!!".

Ra also remembered the day Ra, Panic, and Dya graduated. They hung out to BSM, ate Noodle and took picture in photo-box. Or the day they made a farewell party for Mr. Ari, it’s sad, since he’s just like their big brother, not merely a lecturer. But, they understood that it’s for good sake and they are proud of him, though sometime he does something surprising.

My Name is …

Monday, July 24th, 2006

Ra is not an Angel, though her name is taken from goddesses’ names, one of it means "goddess of love", "love", "goddess of moon", "sex", or "intimate relationship". Well actually, it doesn’t have any relevancy because goddesses in Hindu’s also misbehave. And O! Another name of her also means that the goddess that did celibate and died alone (read: being a monk), well actually she commited suicide because Rahwana chased her and she didn’t like him. So…actually she lives with contraditive names. But she likes it since both of the goddesses were told very beautiful. Yeah…She’s just a Narcisist.

Ra broke someone heart, again, as usual, unintentionally, as usual. The thing that makes Ra frequently withdraw her self from guys since most of the time she broke the guys’ hearts unintentionally but she realized that she’s part of it and she doesn’t like it, but she can’t help it, it’s not her fault, there’s nothing much she can do and so she just moves on. No wonder her friends called her "Nyai Basingah", "Kuntilanak" or "Queen of the Damned" or "Cruel" or "Yakuza". She already tried to play safe, but still she broke someone’s heart.

There is guilt in her but as she thought she just can’t make every body happy, she’s not a God. This guilt sometime makes a little twister in her stomach and this little twister makes her bad mood, most of the time.


Zidane Kissed Ra!!! (On HerCheek, In Her Dream Last Night)

Wednesday, July 19th, 2006

Iya nih! semalam Ra mimpi ceritanya Ra lagi di lapangan bola, entah lagi ngapain. Trus tiba-tiba ada yang berteriak, "Eh itu bukannya Zidane?". Akhirnya Ra mengikuti arah telunjuk orang tersebut, eh…bener, Zidane sedang duduk di bangku penonton barisan paling depan. Ra pikir kapan lagi ketemu orang besar macam dia jadi Ra mendekatinya dan…namanya juga mimpi orang bisa seenaknya dong, Ra bilang ke dia, "May I have your kiss on my cheek?" Ga nyangka Zidane bangkit dan menghapiri Ra. Tadinya Ra kira akan merasakan sentuhan bibirnya di pipi Ra, tapi dia ternyata hanya menempelkan pipi kanannya ke pipi kanan Ra, itu loh seperti ibu-ibu kalo ketemuan. WAH!!! Wajah ganteng dia close-up abis di mimpi itu! Dia sepertinya habis lari-lari, soalnya dia berkeringat, ung…sayang hanya mimpi, jadi Ra ga tau bau badan dia seperti apa. Zidane itu cowok botak pertama yang Ra taksir, sebelumnya Ra ga pernah naksir cowok botak, mungkin karena bosan bertetangga selama 4 tahun dengan orang-orang botak dan berambut sikat WC di Jatinangor.

Ra sih seneng aja mimpi kaya gitu, ga semua orang dapet. Ra pikir mungkin Tuhan sedang menyembuhkan ketakutan Ra karena gempa kemarin. Saat terjadi gempa menjelang magrib kemarin, Ra sedang tidur-tiduran di kosan. Tiba-tiba Ra merasa kasur kok bergerak-gerak, Ra ga ingin berpikir paranoid, Ra sempet mikir mungkin bantal Ra ga stabil letaknya, tapi kok…setelah yakin itu gempa, Ra keluar kamar berharap bertemu orang-orang kosan lain dan menjadi lebih yakin kalo itu gempa. Eh…ternyata mereka dah pada turun duluan. Akhirnya setelah temen kosan Ra pulang dan bertanya apa tadi Ra merasakan gempa, baru Ra yakin itu gempa. Yah dan seperti biasa, setelah gempa Ra menjadi lapar…

Gempa…Pusing…Mual…Lapar…

Monday, July 17th, 2006

Kemarin sore, ada gempa (tentunya semua tahu, ya), kantor Ra yang di lantai 12 itu seperti bayi yang ditimang-timang seorang bunda. Awalnya Ra ga sadar itu gempa, ada sih kepikiran, cuma Ra ga mau parno, masalahnya Ra kan duduk di kursi yang bisa diputer-puter dan dilendotin. Ra malah sempet mikir ‘apa karena kepala Ra kedinginan karena AC? Apa Ra tadi kurang makan?’ (Pikiran yang terakhir itu sebenernya aga ngaco soalnya Ra makan siang kenyang banget). Sampe akhirnya senior Ra ada yang ribut, "Eh! Goyang nih! Gempa! Gempa!". Karena gempa cukup lama, akhirnya Ra sempet pusing karena ditimang-timang ‘Bunda’. Ga lama setelah reda, Ra jadi mual. Eh…ujung-ujungnya…LAPAR….Mungkin di bawah sadar Ra sebenernya stress dan menyadari bahwa Ra bisa saja mati tadi.

Kalo Ra masih mendingan, teman Ra ada yang kerja di lantai 43!

Akhirnya semalam Ra dan kakak Ra bobo setelah sebelumnya ngepak satu tas, peranti kalo ada gempa susulan jadi tinggal jambret satu tas itu dan berhambur ke luar.

Ra ingin mengucapkan pada keluarga yang tertimpa bencana…semoga tabah ya…

God Bless U All…